jangan berfikir kapan akan kembali, fikirkanlah apa yang akan engkau bawa pulang

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Aku dan Pramuka

Menjadi pandega adalah pencapaian tertinggi selama saya aktifdalam kegiatan kepramukaan di Racana Diponegoro. Pandega Bangkirai adalah nama yang selanjutnya melekat pada diriku.

Temen Math'06

Mereka telah berhasil menjadi orang hebat, dan selanjutnya saya akan menyusul menjadi orang hebat yang berikutnya, "amiin".

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Pernikahan Sahabat

mereka telah menikah, ini adalah pernikahan temanku yang terakhir karena yg lain sdh pada nikan. dan hanya ini yang bisa aku hadiri, yang lain terlewat krn saya tidak bisa mudik. lantas kapankah aku akn menyusulnya???.

Rabu, Maret 17, 2010

KEPEMIMPINAN

Sunatullah telah menetapkan bahwa setiap bentuk mahluk hidup Allah pasti ada yang memiimpin dan yang dipimpin. Ada yang mengatur dan ada yang diatur. Hal itu karena agar pemikiran-pemikiran tidak tumpang tindih dan keinginan-keinginan tidak bersimpang siur, yang mengakibatkan keretakan kerukunan putus tali kasih sayang, pudar persatuan dan perselisihan.
Setiap golongan yang tidak mempunyai pemimpin yang bisa mereka jadikan tempat mengadukan kesulitan–kesulitan itu, sama halnya mereka sedang naik kuda (kendaraan) liar yang nakal, pada malam hari yang gelap gulita (dalam keadaan panik dan bingung mengatasi kesulitan yang dihadapi),
Apabila ruh berfunngsi sebagai ketegakan (kehidupan) rasa, maka para pemimpin setiap bangsa adalah ruh persatuan meraka dalam kehidupan bermasyaratkat dan bernegara. Apabila para pemimpin rusak, maka rusaklah umat atau bangsa itu, dan jika mereka baik maka menjadi baiklah umat atau bangsa itu. Karena umat akan berdiri kokoh dan sejahtera mana kala pemimpin-pemimpin umat itu menggerakkannya. Jika mereka (umat) sedang loyo, maka semangat yang diberikannya, lalu mereka meluruskannya ketika bengkok, menarik tangannya ketika mereka (umat) jatuh dan membimbingannya ketika sedang sesat.
Pemimpin itu belum bisa dianggap pemimpin yang sejati kecuali dia telah memenuhi syarat-syarat kepemimpinan , yakni berfikir cerdas, berwawasan luas, baik pendapatnya, bisa mengendalikan diri, perkasa , bersih atau tulus hatinya, baik perilakunya, dermawan, banyak memberikan bantuan keuangan bagi kesejahteraan umatnya dan giat menyebarkan ilmu pengetahuan keseluruh pelosok tempat tinggal ummat. barang siapa yang jejak perjalanannya seperti itu dan sanggup memikul tanggung jawab yang berat sebagaimana tersebut, maka dia baru bisa disebut sebagai “tokoh atau Pemimpin sejati”. Jika ada orang yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut untuk menjadi pemimpin maka orang itu termasuk perampas yang bodoh, tetapi mengaku pintar ingin menjadi pemimpin karena gila pangkat semata.
Banyak sekali orang yang akalnya berebut menjadi pemimpin, padahal mereka tidak memenuhi syarat-syarat menjadi pemimpin sedikitpun. Mereka itu tidak sadar bahwa pemimpin bangsa itu sebenarnya adalah juru bicara yang menyuarakan hati nurani rakyat, pemikir mereka, tempat pengaduan rakyat ketika mereka menghadapi kesulitan dan perlindungan mereka ketika dalam keadaan bahaya, tempat meminta pertolongan ketika dilanda krisis dan sebagai tempat sandaran rakyat diwaktu mereka menghadapi persoalan besar.
Setiap umat memiliki periode-periode yang dalam periode itu mereka tidak dipimpin, kecuali oleh pemimpin-pemimpin yang tulus , pemimpin-pemimpin yang baik dan reformis. Kemudian masa berubah dan periode kepemimpinan itu turut berubah, dan keadaan berbalik. Umat itupun akhirnya dipimpin oleh orang-orang yang fasik, rendah budi pekertinya, tidak ambil pusing dengan kebodohan dan kemaksiatan, lacur, bodoh dan menjadi pengikut-pengikut syaitan.
Ingatlah bahwa zaman itu berubah , umat atau bangsa (timur) telah bangun dari tidurnya dan telah bangkit. Sadar dari kelalaiannya, mereka tidak rela terus menerus menjadi tawanan orang yang berusaha menghancurkan dan memperbudaknya. Mereka tidak mau mengakui pemimpin kecuali yang berjiwa
reformis dan baik, yang rela mati demi kehidupan umat, senang dan susah payah demi kemampuan umat dan sanggup hidup sengsara demi kebahagiaan umat.
Majulah wahai generasi muda, untuk menuntut ilmu secara sempurna, berpegang teguhlah dengan ahlak yang mulia dan rajinlah beramal shaleh dengan bimbingan akal yang sehat, agar engkau kelak menjadi pemimpin bangsamu dan kepala dalam keluargamu.
Waspadalah terhadap bisikan hatimu untuk berambisi memegang jabatan pemimpin atau rayuan yang merayumu dengan keenakan memegang jabatan kepemimpinan. Sedangkan engkau belum layak mendudukinya, engkau justru akan menjerumuskan umatmu kejurang kesengsaraan dan engkau sendiri menjadi hina-dina.
Suatu bangsa tidak akan hidup baik tanpa pemimpin, dan tidak guna pemimpin jika orang-orang bodoh tampil menjadi pemimpin. Rumah takkan bisa tegak tanpa pilar, dan tiada arti pilar yang berdiri tanpa dasar, jika lengkap dasar-dasar dan pilar-pilar, maka suatu saat rakyat itu sampai pada apa yang diharapkan. (Idhotun Nasyihi’in)

Selasa, Januari 26, 2010

27 NASEHAT BERHARGA

Ada dua perkara yang tidak dapat diungguli, yaitu berimnan kepada Allah SWT dan memberi manfaat kepada sesama muslim.

Siapa yang bangun pagi dan tidak berniat menzalimi seseorang maka ia mendapat ampunan dosa. Dan siapa yang bangun pagi lalu beniat menolong orang yang dizalimi atau ia niat untuk mengabulkan hajat sesama muslim, maka ia peroleh pahala seperti pahala satu haji mabrur.

Hamba yang sangat dicitai Allah adalah hamba yang bernmanfaat bagi sesama muslim, dan amal yang paling utama adalah menanamkan rasa iba di hati orang mukmin yang dapat menghilangkan rasa lapar (bagi seorang) atau meringankan beban derita seseorang atau dengan melepaskan hutang seseorang. Dan dua perkara yanga sangat jelek dan tercela yaitu syirik kepada allah swt dan mendatangkan petaka bagi sesama mukmin.

Hendaklah kalian duduk bersama ulama dan meresapi pembicaraan mereka yang bermutu (bijaksana), karena sesungguhnya allah menghidupkan hati yang keras dengan cahaya himah, sebagaimana tanah yang gersang dapat menjadi subur karena air hujan.

Dekatilah orang-orang besar, dan bertanya kepada orang-orang pandai serta bergaullah dengan orang-orang yang bijaksana (hukama’).

Suatu masa akan terjadi pada umatku, semua melarikan diri dari ahli fiqih. Kemudian allah swt menimpakan 3 bencana pada mereka:
a.Hilangnya keberkahan hasil usaha (mata pencaharian)
b.Dikuasai oleh penguasa yang dzolim
c.Keluar dari alam dunia (mati) tanpa disertai iman.

Dari Umar ra, bahwa Nabi SAW berkata kepada malaikat Jibri, “ceritakan kepadaku tentang kebajikan Umar!” malaikat Jibril berkata, “seandainya air laut dijadikan tinta dan pepohonan sebagai pena, niscaya aku tidak dapat menghitungnya.”Nabi berkata lagi, “ceritakan kepdaku kebajikan Uamar r.a.!” malaikat Jibril menjawab, “Umar adalah salah satu dari kebajikan-kebajikan abubakar.

Khalifah Utsman berkata; “menyusahkan diri semata-mata karena dunia adalah kegelapan hati. Dan menyusahkan diri semata-mata karena akhirat adalah penerang dalam hati.”

Khalifah Ali r.a. berkata; “barang siapa yang menuntut ilmu sama halnya ia mencari syurga. Dan barang siapa berbuat maksiat/dosa sama halnya ia mencari neraka.”

Yahya bin Muaz berkata; “orang pemurah itu tidak akan mendurhakai Allah dan tidaklah pengaruh akhirat akan dikalahkan oleh pengaruh dunia bagi orang yang bijaksana.”

A’masy bin mahram al-kufi berkata: “siapayang menjadikan taqwa sebagai bekal utamanya, tentu lidahnya tidak akan bercerita tentang jumlah keuntungan agamanya. Dan barang siapa yang menjadikan dunia sebagai modal utamanya, tentu lidahnya tidak akan bercerita tentang kerugian agamanya.”

Sufyan Ats-Tsaury r.a. berkata; “setiap maksiat yang timbul karena dorongan nafsu, ada harapan memperoleh ampunan. Dan setiap maksiat yang timbul karena sikap sombong, maka harapan ampunan tidak akan diperoleh, mengingat maksiat iblis terjadi karena sikap sombongnya, dan sesungguhnya kehinaan berasal dari nafsu sahwat yang tak terkendali.”

Sebagian ahli zuhud mengatakan; “siapa yang merasa bangga mengerjakan satu dosa, maka Allah akan memasukkan mereka kedalam neraka dalam keadaan sedih. Sebaliknya, siapa yang menangis karena patuh kepada Allah, maka Allah akan memasukkan surga dalam keadaan bahagia.”

Orang-orang saleh mengatakan; “jangan meremehkan dosa-dosa kecil, karena pada suatu saat akan menjadi dosa besar.”

Cita-cita seorang arif adalah pujian, dan cita-cita seorang zuhud adalah do’a. karena cita-cita orang arif hanya tertuju kepada Tuhannya dan cita-cita orang yang zahid hanya khusus dirinya sendiri.

Sebagian hukama’ (ahli hikmah) mengatakan; “siapa yang mengira bahwa ia memiliki penolong lebih utama dari pada Allah, berarti ia belum mengenal Tuhannya dengan baik. Dan barang siapa yang mengira punya musuh yang lebih hebat dari dirinya maka berarti ia belum mengenal dirinya dengan baik.”

Abu Bakar Ash-Shidiq berkata; “telah terjadi kerusakan yang nyata di darat dan di laut. Abu Bakar menafsirkan kata darat dengan lidah dan kata laut dengan hati. Kalau lidah rusak menangislah manusia, dan kalau hati rusak menangislah malaikat.”

Sesungguhnya dorongan nafsu dapat menjadikan raja layak sebagai hamba, dan karena kesabaran layak menjadikan hamba sebagai raja. Tidakkah anda tahu kisa Yusuf dan Zulaikhah? Sesungguhnya bahagialah seseorang yang dapat menjadikan akalnya sebagai raja dan nafsu sebagai hamba. Dan alangkah jeleknya orang yang nafsunya menjadi raja dan akalnya menjadi hambanya.”

Barang siapa meninggalkan perbuatan maksiat, pasti hatinya lembut. Dan barang siapa yang menjauhi perkara haram dan makan barang yang halal pasti cemerlang pikirannya.

Telah diwahyukan kepada sebagian Nabi; taatilah semua apa yang telah Aku perintahkan kepadamu, dan janganlah kamu mendurhakai Aku. Kesempurnaan akal terletak sejauh mana orang iu menerima ridho Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Tidak asing lagi bagi orang-orang baik dan tidak ada tempat bagi orang-orang jahil.

Gerakan untuk menaati semua perintah, sebagai tanda mengenal Tuhannya, sebagimana gerakan tubuh sebagai tanda adanya hidup. Nabi bersabda; Pokok semua dosa adalah cinta dunia, sedang sumber segala fitnah adalah enggan membayar zakat.

Ada dua perkara, barang siapa meperolehnya Allah akan mencatatnya sebagai orang yang syukur dan sabar. Dan barang siapa yang tidak memperolehnya maka tidak akan dicatat sebagai orang yang syukur dan sabar, dua hal itu adalah:
a.Orang yang dalam perkara agama selalu memandang orang lain di atasnya, lalu ia mencontohnya. Dan dlam perkara dunia selalu memandang orang lain yang lebih rendah dari dirinya, lalu ia memuji allah tentang keutamaan yang Allah berikan kepadanya. Orang inilah yng berhak dicatat sebagai syakir dan shabir.
b.Orang yang dalam perkara agama selalu memandang orang lain lebih rendah dari padanya dan dalam urusan dunia selalu memandang orang lain yang lebih tinggi dari padanya, lalu ia menyesal atas apa yang tidak diperoleh itu, karena itu ia tidak dianggap oleh Allah sebagai orang yang syakir dan shabir.

Siapa yang selalu mengutamakan penghidupan akhiratnya, maka Allah memberinya keteguhan dan kekayaan serta penghidupan dunianya tidak akan melarat. Dan barang siapa yang selalu mengutamakan penghidupan dunianya, kehidupannya tidak akan terarah dan kemiskinan selalu meliputinya serta ia tidak akan diberikan kebaikan dunia kecuali apa yang telah ditentukan.

Diceritakan oleh seorang sufi bernama Abu Bakar Asy-Syibli; “ya Allah, sungguh aku senang memberikan semua kebajikanku kepada-Mu, tetapi karena kefakiranku, mengapa engkau ya Allah tidak mengampuni semua kejelekanku, padahal Engkau lebih kaya dari aku.

Jika engkau ingin selalu memperoleh ketentraman jiwa, hindari semua keinginan nafsu. Dan seandainya engkau merasa berdekat diri dengan Allah, tentu kalian tahu pahitnya menjauh diri dari Allah.

Ya Allah hamba-Mu ini sangat merindukan bertemu dengan-Mu, oleh sebab itu berikan kepada kami jalan untuk dapat memandang kepada Zat-Mu Yang Mulia itu.

{Dikutip dari Kitab “Nashaihul Ibad”,Karya: Syech Muhammad Nawawi Al-Bantani}

Selasa, Januari 19, 2010

Sabar

Sesungguhnya orang yang berakal sempurna ialah orang yang bersabar terhadap segala macam kesulitan, juga sanggup menghadapinya dengan hati yang tabah dan teguh. Orang yang berakal sempurna bukanlah orang yang mudah bingung ketika menghadapi kesulitan dan selalu gelisah.
Jiwa orang yang cerdik itu di dalamnya mesti ada sifat atau watak yang tenang dan sabar. Ia berusaha dengan tenang dalam menyingkirkan bencana yang menimpa dirinya dan tidak bingung dalam mencegah bencana itu.
Adapun jiwa orang yang bodoh itu selalu bingung tiap kali menghadapi kesulitan, meskipun itu sangat kecil. Sebab, ia telah meyakini bahwa dirinya tidak sanggup menghadapinya dan tidak mampu menolaknya. Dia merasa tidak bisa membebaskan diri dari persoalan yang dihadapinya. Itulah perbedaan antara dua jiwa manusia.
Wahai generasi muda, jadilah engkau orang-orang yang cerdik dan sabar. Hal itu bisa dicapai dengan membisakan diri mengerjakan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang jelek, menghias diri dengan sifat-sifat manusia yang sempurna dan bersikap jantan. Hal yang emikian itu mudah bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah senang pada kemuliaan, sehingga ia menanggalkan semua baju dan atribut kehinaan, tidak menuruti keinginan-keinginan jiwa bodohnya dan akan menarik cita-cita jiwanya yam mulia.
Dengan demikian dia dapat keluar dari lingkungan pola hidup seperti binatang, menuju lingkungan kehidupan moral normlal. Allah swt akan memberi balasan kepada orang yang sabar dalam mendidik jiwanya dan akan mengangkat derajat mereka, sama dengan derajat orang-orang yang mendapat hidayah dan menyelamatkan mereka dari kedudukannya yg tidak jelas.
Hendaklah kita bersabar dalan mendidik jiwa kita semua. Sebab sesungguhnya hal itu meoebabkan kebahagian dunia dan akhirat.