jangan berfikir kapan akan kembali, fikirkanlah apa yang akan engkau bawa pulang

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Aku dan Pramuka

Menjadi pandega adalah pencapaian tertinggi selama saya aktifdalam kegiatan kepramukaan di Racana Diponegoro. Pandega Bangkirai adalah nama yang selanjutnya melekat pada diriku.

Temen Math'06

Mereka telah berhasil menjadi orang hebat, dan selanjutnya saya akan menyusul menjadi orang hebat yang berikutnya, "amiin".

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Pernikahan Sahabat

mereka telah menikah, ini adalah pernikahan temanku yang terakhir karena yg lain sdh pada nikan. dan hanya ini yang bisa aku hadiri, yang lain terlewat krn saya tidak bisa mudik. lantas kapankah aku akn menyusulnya???.

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Senin, Mei 14, 2012

Hati-hati Perang Pemikiran, Anakku!

Seorang wanita berjilbab rapi tampak sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada penghapus.

Sang guru berkata,

"Saya punya permainan. Caranya begini, di tangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada penghapus. Jika saya angkat kapur ini, maka berserulah "Kapur!", jika saya angkat penghapus ini, maka berserulah "Penghapus!"

Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Sang guru berganti-gantian mengangkat antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat.

Beberapa saat kemudian sang guru kembali berkata,

"Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat kapur, maka berserulah "Penghapus!", jika saya angkat penghapus, maka katakanlah "Kapur!"

Dan dijalankanlah adegan seperti tadi, tentu saja murid-murid kerepotan dan kelabakan, dan sangat sulit untuk merubahnya. Namun lambat laun, mereka bisa beradaptasi dan tidak lagi sulit.

Selang beberapa saat, permainan berhenti. Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya.

"Anak-anak, begitulah kita ummat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh-musuh kita memaksakan kepada kita lewat berbagai cara, untuk membalik sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya.

Pertama-tama mungkin akan sulit bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun
kalian terbiasa dengan hal itu. Dan kalian mulai mengikutinya. Musuh-musuh kalian tidak pernah berhenti membalik nilai."

"Pacaran tidak lagi sesuatu yang tabu, selingkuh dan zinah tidak lagi jadi persoalan, pakaian mini menjadi hal yang lumrah, sex before married menjadi suatu hiburan, materialistis dan permisive kini menjadi suatu gaya hidup pilihan, tawuran menjadi Trend pemuda... dan lain lain."

"Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, kalian sedikit demi sedikit menerimanya. Paham?" tanya Ibu Guru kepada murid-muridnya.

"Paham buu..."

"Baik permainan kedua..." begitu Bu Guru melanjutkan.

"Bu Guru punya Qur'an, Ibu letakkan di tengah karpet.

Nah, sekarang kalian berdiri di luar karpet.

Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur'an yang ada di tengah tanpa menginjak karpet?" Nah, nah, nah. Murid-Muridnya berpikir keras. Ada yang punya alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.

Akhirnya Sang Guru memberikan jalan keluar, ia gulung karpetnya, dan ia ambil Qur'annya. Ia memenuhi syarat, tidakmenginjak karpet.

"Anak-anak, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya... Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-injak kalian dengan terang-terangan... Karena tentu kalian akan menolaknya mentah mentah. Premanpun tak akan rela kalau Islam dihina di hadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung kalian perlahan-lahan dari pinggir, sehingga kalian tidak sadar."

"Jika seseorang ingin membangun rumah yang kuat, maka dibangunnyalah pondasi yang kuat. Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat.
Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau membongkar pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, lemari disingkirkan dulu satu persatu, baru rumah dihancurkan..."

"Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mencopot kalian. Mulai dari perangai kalian, cara hidup kalian, model pakaian kalian, dan lain-lain, sehingga meskipun kalian muslim, tapi kalian telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka...seperti sistem Demokrasi, Kapitalisme, Sekulerisme, Nasionalisme, Liberalisme, Pluralisme, JIL (Jaringan Islam Liberal), Ahmadiyah, Kesetaraan Gender, Feminisme, Fiqih Lintas Agama, Proyek Deradikalisasi, dll itu adalah agenda Yahudi untuk menghancurkan Islam dari dalam....Dan itulah yang mereka inginkan."

"Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (perang pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh musuh kalian... Paham anak-anak?"

"Paham buu!"

"Kenapa mereka tidak berani terang-terangan menginjak-injak Islam,Bu? " tanya mereka.

"Sesungguhnya dahulu mereka terang-terangan menyerang, semisal Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi."

"Begitulah Islam... Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya ambruk. Tapi kalau diserang serentak terang- terangan, mereka akan bangkit serentak, baru merekaakan sadar."

Kalau saja ummat Islam di Ambon dan Poso tidak diserang, mungkin umat Islam akan lengah terhadap sesuatu yang sebenarnya selalu mengincar mereka.
Paham anak-anak?" "Paham Buu.."

"Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang..."

Matahari bersinar terik tatkala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya.

... so marilah berperang ... demi sesuatu yang kita yakini.. dan bela-belain selama ini...
... manfaatkan pedang (bakat,kemampuan,fasilitas diri) kita.. apapun itu... gunakan sebaik2nya dan bermanfaat bagi orang lain.. andai kita diberi kesempatan melihat kejadian setelah mati... so.. matilah dengan terhormat sebagai Manusia sejati (baca.. hamba)

sumber :(-)

Kamis, Oktober 27, 2011

Al Qur'an

Rabu, Maret 02, 2011

Keutamaan Umat Muhammad SAW

Maha Besar Allah yang telah menciptakan langit dan bumi beserta isinya serta menundukkan nya shingga kita dapat dengan nyaman tinggal didalamnya, sehingga kita dapat mengolahnya untuk memenuhi kebutuhan kita. Sholawat serta salam selalu kami lantuntkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. Nabi agung, nabi seluruh alam, nabi akhir zaman. Yang seluruh alam bergembira dengan kelahirannya.
Beruntunglah kita menjadi ummat Muhammad, umat akhir zaman namun juga umat yang pertama masuk syurga. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu ketika nabi Muhammad mengetuk pintu syurga dan memberi salam kepada malaikat Ridwan. Lantas penjaga syurga itu menjawab serta bertanya siapa diluar?”, aku, Muhammad”, jawab sang nabi. Lantas penjaga syurga itu barkata “ahlan wa sahlan ya Muhammad. Sungguh aku diperintakan untuk tidak membuka pintu syurga sebelum dirimu (Muhammad) beserta umatmu memasukinya”. Begitu mulyanya kita sebagai umat Muhammad, umat akhir zaman namun juga umat yang pertama kali masuk syurga.
Bukan hanya itu, allah juga memberikat nikmat umur yang pendek pada kita. Umur kita memang lebih pendek dibandingkan dengan umat sebelum Muhammad. Bandingkan saja pada zaman dahulu orang berumur ribuan tahun. Pada suatu ketika nabi bertanya kepada Allah, “ya Allah, “mengapa umat ku hanya Engkau beri umur yang sangat pendek?? Ini tidak adil ya allah, bagai mana umat ku bisa mendapatkan kemulyaan seperti umat terdahulu jika hanya Engkau beri umur yang pendek”. Lantas allah menjawabnya, ”wahai Muhammad umur umat mu memang pendek namun kuberikan bonus kepada umat mu, yaitu lailatul qodar. Barang siapa yang beribadah padaku pada malam lailatul kodar maka sama dengan ia beribadah selama 1000 bulan”. Betapa enaknya kita, bayangkan saja seandainya kita mendapatkan 30 lailatul qodar, kalau dii-kurs-kan jadi berapa lama kita beribadah kepada Allah???? (silahkan dihitung sendiri……) sedangkan usia umat sekarang rata-rata berumur 60-70 tahun (yang umurnya sudah 71 tahun haarus siap-siap tuh, hheheheh…).
Dalam peristiwa isra’ mi’roj dikisahkan bahwa nabi mendapatkan perintah sholat untuk kaumnya itu awalnya sebanya 50 kali. Namun Karena perhatian beliau kepada kita, nabi protes dan meminta keringanan kepada Allah. Dari perintah 50 kemudian dipermudah menjadi 45 kali. Namun nabi merasa itu masih berat untuk umatnya, maka nabi pun terus meminta kemudahan kepada Allah, hingga akhirnya menjadi 5 kali dalam sehari semalam. Namun nabi masih merasa kurang dan terus meminta keringanan kepada Allah, namun Allah mengatakan, “tidak Muhammad, cukup! Umatmu sholat sebanyak lima kali namun pahalanya itu sama dengan umat terdahulu yang sholatnya lima puluh kail”. Masya allah….., alangkah enaknya ita.
Betapa besar perhatian Muhammad kepada kita hingga sebelum meninggal pun beliau masih memikirkan kita. Ketika malaikat maut menjemput, nabi masih meminta kemudahan kepada Allah untuk ummatnya. “ya Allah bagaimana umat ku kelak??”, “akan aku berikan dua pilihan untuk mu, kelak 50% umatmu akan masuk syurga, atau aku berikan mandate kepadamu bahwa engkau kelak dapat mebrikan safaat kepada umatmu untuk masuk syurga”, kata Allah. Lantas nabi pun befikir, seandainya umatku 100 juta, 50 juta masuk masuk syuga itu jumlah yang terlalu sedikit. Lantas nabipun mengambil mandate untuk dapat memberikan syafaat kepda umatnya.
Dikisahkan pula, kelak nabi Muhammad akan mondar mandir keneraka untuk membebaskan umatnya dari siksa neraka hingga malaikat malik terheran dan bertanya, “wahai Muhammad, sampaikapan engkau akan berhenti memindahkan orang dari neraka???”. “aku akan berhenti melakukannnya hingga tidak ada satu kaum ku pun yang tinggal didalam neraka.” Jawab nabi.
Lihatlah betapa besarnya kecintaan nabi kepada kita, jika orang tua kita hanya mimikirkan kita selama di dunia saja. Namun nabi memikirkan kita (umatnya) hingga kelak di akhirat. Beruntunglah kita menjadi umat Muhammad yang mendapat kumulyan begitu besar berkat jasa-jasanya.
Innallaha walmaalaikatahu yusholluna ‘alannabi, yaa ayyuhalladina amanushollu alaiwasallimuu taslimaa….
Allahumma sholli wasallim ashrofassholawatiwattasliim ‘alaasayyidina wa nabiyyina, muhammadinirro ufirrohiim. Allahummasholi wasalim wabarik ‘alaih.

Selasa, Januari 25, 2011

Allah Itu Sakarepe Dwe (ALLAH MAHA BERKEHENDAK)

Allah Maha Berkehendak. y itulah yang sering dilupakan oleh kaum muslimin. Kita sering berfikir bahwa dengan bekerja keras kita akan dapat menjadi kaya, atau kita yakini bahwa dengan bayak beramal dan beribadah kita akan masuk syurga. sungguh itu sangat merugi.
Ada sebuah cerita yang mungkin dapat menjadi renungan bagi kita.
Dahulu ada hamba Allah yang sangat rajin beribadah, dari semenjak kecil hingga tua hari harinya dihabiskannya untuk beribadah. Semua orang di kampungnya tahu akan kebaikannya tersebut, saking terkenalnya dalam kebaukan hingga malaikat jibril pun terkagum-kagum padaya. Dan pada suatu saat Allah mengetahui bahwa jibril sangat mengidolakan hamba Allah tersebut dan Allah pun berkata kepada jibril. Hai jibril engkau adalah raja para malikat, jangan sampai engkau terpedaya oleh tingkah laku mahluk-Ku tersebut. kemudian Jibril menjawab "Ya Allah bagaimana hamba tidak kagum dengan mahlukmu tersebut, dari masa kecilnya hingga sekarang waktunya telah ia habiskan untukmu. tentulah engkau akan memberikan tempat yang mulia baginya.". wahai Jibril janganlah engkau terpedaya, cobalah engkau lihat di lauhul mahfudz bagaimana catatan orang tersebut. Lantas jibrilpun mencari catatan si fulan tersebut. alangkah terkejutnya jibril setelah melihat bahwa dalam catatan si fulan tertulis "FIN NAR" (ahli neraka). lantas jibril pun berkata,"jika memang begitubiarlah hamba berkunjung kepanya. hamba ingin berbela sungkaw untuknya.
Lantas jibril pun menemui si Fulan serta berkata lah jibril, "duhai Fulan aku adalah jibril, aku datang kesini untuk memberitahumu bahwa engaku kelak akan tinggal disurga". Mendengar perkataan Jibril si Fulan tampak biasa-biasa saja, dan dia pun berkata "alhamdulillah, betapa beruntungnya diriku. meskipun masuk neraka tapi aku telah menerima pemberitahuan terlebih dahulu. mungkin sejak aku kecil aku tidak pernah memiliki hati yang bersih sehingga Allah menuliskan namaku kedalam ahli neraka". betapa terkejutnya jibril setelah melihat perilaku si Fulan, dan jibrilpun kembali kelangit dan bertemu dengan Allah. Bagaimana jibril? Tanya Allah, Duh Gusti bagaimana aku tidak mengaguminya, setelah ku sampaikan kabar buruk dia pun tetap tenang dan malah mengaucaokan Alhamdulillah. Kemudian Allah berkata, sekarang cobalah kamu lihat lagi bagaimana catatan si Fulan dalam Lauhul MAhfudz. maka pergilah Jibril untuk melihat catatan si Fulan, ternyata didapatinya Tulisan FIN NAR tercoret dan berganti menjadi FIL JANNAH. lantas jibril kambali menemui Tuhannya dan ia bertanya. ya Allah bagaimana itu bisa terjadi??? dijawablah dengan Allah,"Wahai Jibril jangatlah engkau kagum dengan si Fulan,seharusnya engkau kagup terhadap-Ku karena Akulah sang Kholiq sedangkan Fulan adalah mahluk. si Fulan masuk Syurga bukan karena Amalnya, bukan juga karena ibadahnya. setelah engkau sampaikan bahwa dia akan masuk neraka lantas terucaplah Alhamdulillah dri dasar hatinya yng selama ini belum pernah terucap olehnya.
dari cerita diatas kita bisa melihat bahwa Allah maha Berkehendak, Allah berhak memasukkan siapa saja kedalam syurgaNya ataupun kedalam Nerakanya. jadi janganlah kita bangga dengan segala amal perbuatan kita, karena kita tidak tau apakah amal itu akan memasukkan kita kedalam syurga atuapun nerakanya Allah.

Rabu, Maret 17, 2010

KEPEMIMPINAN

Sunatullah telah menetapkan bahwa setiap bentuk mahluk hidup Allah pasti ada yang memiimpin dan yang dipimpin. Ada yang mengatur dan ada yang diatur. Hal itu karena agar pemikiran-pemikiran tidak tumpang tindih dan keinginan-keinginan tidak bersimpang siur, yang mengakibatkan keretakan kerukunan putus tali kasih sayang, pudar persatuan dan perselisihan.
Setiap golongan yang tidak mempunyai pemimpin yang bisa mereka jadikan tempat mengadukan kesulitan–kesulitan itu, sama halnya mereka sedang naik kuda (kendaraan) liar yang nakal, pada malam hari yang gelap gulita (dalam keadaan panik dan bingung mengatasi kesulitan yang dihadapi),
Apabila ruh berfunngsi sebagai ketegakan (kehidupan) rasa, maka para pemimpin setiap bangsa adalah ruh persatuan meraka dalam kehidupan bermasyaratkat dan bernegara. Apabila para pemimpin rusak, maka rusaklah umat atau bangsa itu, dan jika mereka baik maka menjadi baiklah umat atau bangsa itu. Karena umat akan berdiri kokoh dan sejahtera mana kala pemimpin-pemimpin umat itu menggerakkannya. Jika mereka (umat) sedang loyo, maka semangat yang diberikannya, lalu mereka meluruskannya ketika bengkok, menarik tangannya ketika mereka (umat) jatuh dan membimbingannya ketika sedang sesat.
Pemimpin itu belum bisa dianggap pemimpin yang sejati kecuali dia telah memenuhi syarat-syarat kepemimpinan , yakni berfikir cerdas, berwawasan luas, baik pendapatnya, bisa mengendalikan diri, perkasa , bersih atau tulus hatinya, baik perilakunya, dermawan, banyak memberikan bantuan keuangan bagi kesejahteraan umatnya dan giat menyebarkan ilmu pengetahuan keseluruh pelosok tempat tinggal ummat. barang siapa yang jejak perjalanannya seperti itu dan sanggup memikul tanggung jawab yang berat sebagaimana tersebut, maka dia baru bisa disebut sebagai “tokoh atau Pemimpin sejati”. Jika ada orang yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut untuk menjadi pemimpin maka orang itu termasuk perampas yang bodoh, tetapi mengaku pintar ingin menjadi pemimpin karena gila pangkat semata.
Banyak sekali orang yang akalnya berebut menjadi pemimpin, padahal mereka tidak memenuhi syarat-syarat menjadi pemimpin sedikitpun. Mereka itu tidak sadar bahwa pemimpin bangsa itu sebenarnya adalah juru bicara yang menyuarakan hati nurani rakyat, pemikir mereka, tempat pengaduan rakyat ketika mereka menghadapi kesulitan dan perlindungan mereka ketika dalam keadaan bahaya, tempat meminta pertolongan ketika dilanda krisis dan sebagai tempat sandaran rakyat diwaktu mereka menghadapi persoalan besar.
Setiap umat memiliki periode-periode yang dalam periode itu mereka tidak dipimpin, kecuali oleh pemimpin-pemimpin yang tulus , pemimpin-pemimpin yang baik dan reformis. Kemudian masa berubah dan periode kepemimpinan itu turut berubah, dan keadaan berbalik. Umat itupun akhirnya dipimpin oleh orang-orang yang fasik, rendah budi pekertinya, tidak ambil pusing dengan kebodohan dan kemaksiatan, lacur, bodoh dan menjadi pengikut-pengikut syaitan.
Ingatlah bahwa zaman itu berubah , umat atau bangsa (timur) telah bangun dari tidurnya dan telah bangkit. Sadar dari kelalaiannya, mereka tidak rela terus menerus menjadi tawanan orang yang berusaha menghancurkan dan memperbudaknya. Mereka tidak mau mengakui pemimpin kecuali yang berjiwa
reformis dan baik, yang rela mati demi kehidupan umat, senang dan susah payah demi kemampuan umat dan sanggup hidup sengsara demi kebahagiaan umat.
Majulah wahai generasi muda, untuk menuntut ilmu secara sempurna, berpegang teguhlah dengan ahlak yang mulia dan rajinlah beramal shaleh dengan bimbingan akal yang sehat, agar engkau kelak menjadi pemimpin bangsamu dan kepala dalam keluargamu.
Waspadalah terhadap bisikan hatimu untuk berambisi memegang jabatan pemimpin atau rayuan yang merayumu dengan keenakan memegang jabatan kepemimpinan. Sedangkan engkau belum layak mendudukinya, engkau justru akan menjerumuskan umatmu kejurang kesengsaraan dan engkau sendiri menjadi hina-dina.
Suatu bangsa tidak akan hidup baik tanpa pemimpin, dan tidak guna pemimpin jika orang-orang bodoh tampil menjadi pemimpin. Rumah takkan bisa tegak tanpa pilar, dan tiada arti pilar yang berdiri tanpa dasar, jika lengkap dasar-dasar dan pilar-pilar, maka suatu saat rakyat itu sampai pada apa yang diharapkan. (Idhotun Nasyihi’in)

Selasa, Januari 19, 2010

Sabar

Sesungguhnya orang yang berakal sempurna ialah orang yang bersabar terhadap segala macam kesulitan, juga sanggup menghadapinya dengan hati yang tabah dan teguh. Orang yang berakal sempurna bukanlah orang yang mudah bingung ketika menghadapi kesulitan dan selalu gelisah.
Jiwa orang yang cerdik itu di dalamnya mesti ada sifat atau watak yang tenang dan sabar. Ia berusaha dengan tenang dalam menyingkirkan bencana yang menimpa dirinya dan tidak bingung dalam mencegah bencana itu.
Adapun jiwa orang yang bodoh itu selalu bingung tiap kali menghadapi kesulitan, meskipun itu sangat kecil. Sebab, ia telah meyakini bahwa dirinya tidak sanggup menghadapinya dan tidak mampu menolaknya. Dia merasa tidak bisa membebaskan diri dari persoalan yang dihadapinya. Itulah perbedaan antara dua jiwa manusia.
Wahai generasi muda, jadilah engkau orang-orang yang cerdik dan sabar. Hal itu bisa dicapai dengan membisakan diri mengerjakan hal-hal yang baik dan menjauhi hal-hal yang jelek, menghias diri dengan sifat-sifat manusia yang sempurna dan bersikap jantan. Hal yang emikian itu mudah bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah senang pada kemuliaan, sehingga ia menanggalkan semua baju dan atribut kehinaan, tidak menuruti keinginan-keinginan jiwa bodohnya dan akan menarik cita-cita jiwanya yam mulia.
Dengan demikian dia dapat keluar dari lingkungan pola hidup seperti binatang, menuju lingkungan kehidupan moral normlal. Allah swt akan memberi balasan kepada orang yang sabar dalam mendidik jiwanya dan akan mengangkat derajat mereka, sama dengan derajat orang-orang yang mendapat hidayah dan menyelamatkan mereka dari kedudukannya yg tidak jelas.
Hendaklah kita bersabar dalan mendidik jiwa kita semua. Sebab sesungguhnya hal itu meoebabkan kebahagian dunia dan akhirat.

Sabtu, Januari 16, 2010

Tujuh Kelompok Yang Dinaungi Allah

 
قال رسول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ، يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، الْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ، اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ، فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى، حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ. (صحيح البخاري
Sabda Rasulullah saw : “Tujuh kelompok yang dinaungi Allah pada Naungan Nya dihari tiada tempat berteduh kecuali yang dinaungi Nya, Imam yang adil, dan Pemuda yang tumbuh dg banyak ibadah pada Allah, dan orang yang hatinya terikat ke masjid masjid, dan dua teman yang saling akrab karena Allah, berteman dan berpisah karena Allah, dan pria yang diajak berzina oleh wanita kaya dan berkedudukan dan berparas indah namun ia menolak dg ucapan : aku takut pada Allah, dan orang yang bersedekah dengan sembunyi, hingga tangan kirinya tak tahu bahwa tangan kanannya bersedekah, dan orang yang ketika mengingat / menyebut Allah mengalir airmatanya” (Shahih Bukhari)
ImageAssalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Maha Raja Yang Kekal dan Abadi, yang telah membangun istana – istana yang megah dan mewah yang kekal dan abadi untuk hamba – hamba beriman. Telah dibangun dengan semewah – mewah dan semegah – megahnya. Menjadi semakin indah dan semakin mewah dengan amal – amal ibadah hamba – hambaNya dan Allah menyiapkan anugerah yang melebihi segenap anugerah. KeridhoanNya yang abadi untuk hamba – hambaNya yang beriman. Demikian sepanjang waktu dan zaman, sepanjang turunnya Adam alaihi shaalatu wassalam hingga Nabi terakhir Rahmatan Lil Alamin (Sayyidina Muhammad Saw).
Kebangkitan Sang Nabi Saw 14 abad tahun yang silam membawa terbitnya matahari Alquran dan Risalah. Menuntun kepada kemuliaan, menyampaikan tarbiyah nabawiyyah seagung – agung pembinaan, membuat jiwa yang kotor dengan seluruh sifat yang hina menjadi jiwa yang suci dengan sifat yang luhur. Jiwa – jiwa yang paling menyukai kehinaan, kejahatan, kekejian, kekotoran dan segala sifat tercela. Dituntun oleh cahaya terang – benderang yang diciptakan oleh Allah yang dikenali dengan sirajan muniira (pelita yg terang benderang sebagaimana firman Allah swt) Sayyidina Muhammad Saw. Terang – benderang jiwa mereka dengan seluruh sifat yang luhur hingga tidak tersisa sifat yang mulia dan suci di alam terkecuali ada pada Para Sahabat radiyallahu anhum wa ardhahum.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Oleh sebab itu dikatakan didalam syair mulia : Kita ini memiliki bulan purnama yang tiada pernah terbenam, matahari yang selalu bersinar dan tiada pernah terbenam yaitu tuntunan Nabi Muhammad Saw yang selalu mengajak dan menerangi hamba – hambaNya dari kegelapan menuju terang – benderang. Dicipta oleh Allah. Syamsur Risalah, Sirajan Muniira (Matahari bimbingan ilahi, Pelita yg terang benderang) Sayyidina Muhammad Saw.
Hadirin – hadirat, semakin jiwa itu mendekat kepada tuntunan Sang Nabi Saw akan semakin Allah bimbing ia kepada keluhuran walaupun belum saat ini barangkali tapi akan segera muncul padanya keluhuran dan hal itu pasti.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Istana termegah dan termewah di surga adalah Istana Muhammad Saw. Semoga aku dan kalian diijinkan Allah kelak sering berkunjung ke Istana Nabi Muhammad Saw. Berjumpa dengan Ahlul Badr, berjumpa dengan Muhajirin dan Anshar dan semua orang – orang yang shalih dari zaman ke zaman, dari generasi ke generasi. Amiin
Rabbiy Rabbiy.. sungguh kami telah melihat banyaknya orang – orang yang dimuliakan oleh orang Islam padahal mereka tidak pernah menyebut Nama Allah. Orang yang shalat, orang yang puasa, orang yang zakat tapi hatinya mencintai dan mengagungkan orang yang tidak pernah sujud pada Allah Swt. Rabbiy benahi jiwa muslimin – muslimat dan muliakan orang – orang yang dicintai Allah dan khususnya Nabiyyuna Muhammad Saw.
Hadits yang telah kita baca tadi, 7 kelompok yang dinaungi oleh Allah dihari tiada naungan kecuali naungan Allah. Tentunya banyak amal – amal mulia selain ini. Bukan hanya 7 ini tapi disini ada 1 khususiyyah dan tentunya ada ayat kemuliaan tentang hadits kemuliaan birrul walidain, ada juga hadits tentang kemuliaan jihad dan juga hadits tentang kemuliaan lain – lainnya. Akan tetapi Rasul saw menyimpulkan ada 7 kelompok disini. Masih banyak lainnya tapi Rasul saw dalam kesempatan ini menyebutkan 7 kelompok. Siapa mereka?
Didalam riwayat Shahih Bukhari beberapa kali hadits ini teriwayatkan (lebih dari 4X teriwayatkan) hadits yang sama namun dengan urutan yang berbeda. Jadi kita tidak mengklasifikasikan mana yang pertama, yang paling afdhol atau yang terakhir. Karena hadits ini berkali – kali teriwayatkan, urutannya ada yang berbeda.
Yang Pertama adalah Imam yang adil (pemimpin yang adil). Pemimpin yang adil adalah tugas dan beban yang sangat berat. Oleh sebab itu dijanjikan oleh Sang Nabi saw ia berada didalam naungan Allah di hari tiada naungan kecuali naungan Allah. Apa maksudnya? Disaat matahari 1 jengkal diatas kepala mereka di padang mahsyar, hanya orang – orang yang dinaungi oleh Allah, ia tidak terkena terang – benderang teriknya matahari. Mereka dalam kesejukkan. Siapa? Diantaranya 7 kelompok itu. Pemimpin – pemimpin yang adil. Kita lihat bagaimana Sang Nabi Saw, tentunya panutan yang utama dari semua panutan adalah Sayyidina Muhammad Saw.
Beliau saw menghakimi dan mengadili, namun pada tempatnya dan jelas. Sebagaimana ketika telah selesai kejadian perang uhud. Disaat kejadian salah satu peperangan. Riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw membawa ghanimah (hasil rampasan perang) bukan di perang uhud. Dan disaat itu ghanimah ini dibagi – bagikan kepada muhajirin dan muallaf. Muhajirin adalah orang yang berangkat dari Makkah meninggalkan rumahnya dan meninggalkan perdagangannya dan hartanya untuk berhijrah ke Madinah Al Munawwarah. Maka diberikanlah harta – harta ghanimah itu kepada para muhajirin dan muallaf (orang yang baru masuk Islam). Anshar tidak diberi. Maka ada diantara kaum anshar yang nyeletuk “kalau bagian jihad kami dipanggil, kalau pembagian ghanimah kami tidak diberi”. Rasul saw mendengar, sampai ke telinga Rasul saw hal itu. Maka dipanggil oleh Sang Nabi saw kaum anshar semuanya. “Wahai kaum anshar, kuberikan harta keduniawian kepada muhajirin dan muallaf dan kuberikan diriku untuk kalian”, “mereka pulang membawa harta dan kalian pulang membawa aku”, kata Rasul. “Apakah kalian puas?” maka berteriak kaum anshar dengan gembira “cukup ridho ya Rasulullah kami senang, pulang kami membawamu ke kampung kami”.
Dan memang Rasul saw itu pulangnya ke Madinah Al Munawwarah, tidak ke Makkah atau kemana. Demikian cara beliau saw menangani. Tentunya Sang Nabi saw bisa bicara dengan lugas dan tegas “wahai kaum anshar, kalian bukan orang yang butuh, yang butuh muhajirin dan muallaf. Kalian punya tanah, kalian punya harta, kalian punya toko, kalian menguasai pasar, sedangkan mereka tidak”. Pantasnya Rasul berkata seperti itu tapi Rasul saw tidak mau menyakiti mereka. Namun tetap tidak memberikan kepada anshar tetapi menghibur kaum anshar dengan ucapan “aku memberikan diriku untuk kalian”. Demikian imam yang adil pada tempatnya namun selalu berusaha didalam tawassuth (dipertengahan tidak condong pada salah satu) dan juga adil disini adalah selalu berusaha untuk menenangkan jiwa mereka menerima keadilan itu.
Hadirin – hadirat, demikian dengan khalifah – khalifah selanjutnya. Sayyidina Abu Bakar Ashshiddiq radiyallahu anhum, Sayyidina Umar, Sayyidina Ali, Sayyidina Utsman. Mereka adalah pemimpin – pemimpin yang adil. Dan mereka sebagaimana diriwayatkan ketika Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhu didatangi seorang yang mengadukan. Pengaduannya “wahai amirul mukminin, tetanggaku mencuri dariku. Aku minta dia dihukum”. Dipanggil tetangganya “apa hukumannya?”, “hukumannya potong tangan, potong tangannya wahai amirul mukminin karena dia mencuri dari hartaku”. Maka Sayyidina Umar bin Khattab bertanya kepada sang pencuri “kenapa kau mencuri?”, “lapar ya amirul mukminin”. Merah padam wajah Sayyidina Umar bin Khattab seraya berkata “wahai engkau yang dicuri, engkau yang akan kuhukum”. Diberi hukuman ‘itaab, apa itu itaab? yaitu hukuman, bisa penjara bisa denda. “Kenapa yg dicuri yg dihukum..?”, “karena tetanggamu lapar, kau tidak tahu..!!”. Demikian imam yang adil.
Hadirin – hadirat, disaat sekarang ini banyak sekali musuh – musuh Islam yang berusaha menghancurkan keimanan muslimin dengan menyebut hukum – hukum Islam yang mereka rasakan tidak adil atau kejam. Diantaranya hukum rajam bagi pezina, diantaranya hukum potong tangan bagi yang mencuri. Tentunya hal ini tidak bisa diputus satu – persatu. Syari’ah Islamiyyah tidak bisa diputus satu – persatu tapi justru bagaikan rantai yang saling mengikat.
Hukum potong tangan tidak bisa diberlakukan terkecuali sudah ada Baitul Maal yang menjamin tidak ada orang yang lapar. Buktinya Sayyidina Umar bin Khattab menghukum orang yang dicuri bukan orang yang mencuri. Ini menunjukkan kalau sudah suatu wilayah mempunyai baitul maal, tidak ada yang kelaparan, semua yang lapar sudah disantuni, semua yang fakir disantuni dan masih ada yang mencuri maka diberilah hukum potong tangan. Betapa kejamnya, kenapa? agar supaya ia malu dan malunya itu membuat orang lain tidak berani mencuri. Demikian di dalam Islam, kelihatannya hukumnya terlalu kejam tetapi kalau seandainya saja hukuman itu ringan, akan banyak orang yang berbuat tapi sebelumnya benahi dulu penyebab – penyebab yang membuat hal itu agar tidak terjadi terkecuali oleh orang – orang yang betul – betul memiliki sifat yang tercela. Ini contohnya yang pertama.
Dan yang kedua mengenai zina. Muncul pertanyaan pada saya di website, di surat dan lain sebagainya. Ada yang berbicara di televisi katanya “hukum orang yang berzina itu tidak akan bisa dihapus dosanya terkecuali dengan dirajam atau dicambuk bagi yang belum menikah”. Betul itu, tapi di wilayah yang sudah berjalan dengan khilafah islamiyyah. Tidak ada ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita), tidak ada lagi gambar porno di jalanan, tidak ada lagi film yang mengajarkan tarbiyah untuk berbuat zina di televisi, tidak ada lagi wanita membuka auratnya. Kalau sudah aman seperti itu, hukum rajam berjalan bagi mereka yang bersumpah 4X dengan Nama Allah bahwa ia betul – betul berzina, lalu dihukum rajam. Kalau ada yang mengaku si fulan berzina, tidak bisa dilakukan hukum rajam terkecuali 4 saksi. 4 saksi yang menyaksikan malihatnya berbuat zina. Bukannya laki dan perempuan masuk kamar berdua, keluar pakaiannya terlihat agak acak – acakkan, tidak cukup itu. Tapi harus melihat perbuatan jima’ dan zina dengan matanya sendiri (4 orang). Ini kan mustahil..!, terkecuali kalau yang memperbuatnya di jalanan atau di tempat umum atau ia sendiri yang memintanya. Dan Rasul saw sendiri ketika diminta seseorang yang telah berzina meminta dihukum rajam, beliau tidak langsung mengatakan “oh..kau berzina, langsung dihukum”. Tidak, beliau berkata “apakah kau ini gila?”, “tidak ya Rasulullah”, “apakah kau ini tidur?”, “tidak ya Rasulullah”. 4X ia bersumpah lalu dijalankan hukum itu. Jadi kalau melihat hukum jangan dipotong – potong. Benar hukum zina itu dirajam tapi kalau sudah terjadi khilafah islamiyyah. Pria dan wanita sudah tidak ada percampuran, tidak ada lagi gambar porno, film porno dan lain sebagainya sudah aman, masih berzina juga apalagi di depan umum, pantas dirajam. Kenapa? supaya yang lain tidak ikut – ikutan berbuat hal itu karena yang pantas berbuat itu adalah orang – orang yang benar – benar mempunyai sifat yang keji dan perbuatan itu membuat ia terhapus dari dosanya.
Hadirin, lalu kalau pezina zaman sekarang, apa hukumannya? hukumannya adalah taubat kepada Allah Swt. Apakah bisa diampuni? tergantung taubatnya. Apakah 40 tahun amalnya tidak diterima? ya, kalau 40 tahun ia menunda taubatnya. Allah Swt melimpahkan pengampunan secepat orang itu bertaubat. Semakin cepat orang itu bertaubat, secepat itu pengampunan Allah Swt.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, (Firman Allah) “Terkecuali mereka – mereka yang beriman dan beramal shalih, bertaubat dari dosa – dosanya. Allah ganti dosa – dosanya dengan pahala (QS Alfurqan 70) bukan dihapus, tapi diganti dengan pahala. Demikian dahsyatnya sambutan Kasih Sayang Illahi bagi mereka yang mau bertaubat.
Kita baru dengar malam ahad yang lalu, Guru Mulia kita menyampaikan kemuliaan orang orang yg bertobat, semoga kita menjadi orang – orang yang bertaubat, lalu seandainya diantara kita masih ada yang berat melakukan taubat, semoga dicabut berat dari hati kami untuk melakukan taubat. Sebagian diantara kita merasa dalam hati kalau aku taubat nanti, besok berbuat lagi maka belum berani taubat. Taubat sekarang, besok serahkan pada Allah. Kalau besok terjebak dosa lagi, taubat lagi besok. Jangan bosan – bosan bertaubat kalau seandainya tidak bosan berbuat dosa.
Kita zaman sekarang bosan bertaubat tapi tidak bosan berdosa. Meskinya sebaliknya kalau tidak maka biarkan berbarengan, dosa taubat dosa taubat dosa taubat, jangan tinggalkan 1 dosa terkecuali diikuti 1 taubat. Lalu bagaimana nanti kalau dosa lagi, munafikkah ?. (jawabannya) Bukan urusanku masa yang akan datang, nanti masa yang akan datang kita serahkan pada Allah. Aku mau taubat dari sekarang dari semua yang dilarang Allah. Bagaimana nanti kalau berbuat lagi? aku akan bertaubat lagi. Sebagaimana aku selalu terjebak dalam dosa, akupun tidak akan bosan untuk bertaubat kepada Allah. Orang seperti ini akan dibimbing oleh Allah dan ia tidak akan wafat terkecuali dalam keadaan orang yang bertaubat.
Hadirin, yang kedua adalah pemuda yang tumbuh didalam ibadah kepada Allah. Yang masih muda ibadahnya, mulai dari usia muda usdah banyak ibadah. Siapa mereka? diantaranya kita. Oleh sebab itu Guru Mulia kita Alhamdulillah 2X hadir di majelis kita. Malam selasa di MONAS beliau hadir, malam minggu tidak ada jadwalnya diajukan beliau mau hadir lagi. Kenapa? Karena Pemuda. Karena Rasul saw bersabda “saat pertama kali risalahku bangkit, pemuda yang membantuku menegakkan risalah dan orang – orang yang tua meninggalkanku dan mendustakanku”. Agama ini bangkit dengan kebangkitan pemuda, kemerdekaan negara ini didapatkan dengan pemuda. Demikian hadirin – hadirat, dan juga kemajuan Islam ini akan muncul dengan kebangkitan pemuda yang ingin membenahi wilayahnya sendiri.
“Innallaha laa yughayyiru maa biqaumim hattaa yughayyiru maa bi anfusihim” QS. Ar-Ra’d : 11 (Allah tidak akan merubah suatu kaum sebelum mereka sendiri yang mau merubahnya). Itu sebagian orang mengatakan “ya sudah kalau ia sudah tidak mau merubah dirinya, Allah tidak akan merubah suatu kaum”. (Tidak demikian), Justru ini janji Allah. Kalau suatu kaum ada diantara mereka yang ingin merubah dirinya, merubah kaumnya menjadi baik, maka Allah yang akan merubah kaum itu menjadi baik. Karena Allah berkata “Aku tidak akan merubah suatu kaum sampai mereka sendiri yang merubah dirinya”. Berarti jika ada yang ingin diantara mereka merubah keadaan kaumnya, Allah yang akan merubahnya.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari ketika salah seorang pemuda keluar terburu – buru setelah wudhu masuk kedalam shaf shalat. Salah seorang sahabat berkata “law ra aahu Rasulallah La ahabbahu”, pemuda seperti ini kalau Rasulullah melihatnya akan mencintainya. Karena Rasul saw saat itu telah wafat. Menunjukkan apa? pemuda ini, hanya wudhu lantas buru – buru masuk kedalam shaf shalat. Para sahabat pada saat jamaah pertama sudah melakukan shalat, jamaah kedua datang, pemuda ini setelah wudhu terburu – buru masuk ke shaf untuk ikut shalat berjamaah. Berkatalah salah seorang sahabat yaitu Abdullah Ibn Umar “kalau Rasulullah melihat ini, pasti Rasulullah mencintainya”. Rasul itu menyukai pemuda, Rasulullah itu mencintai pemuda.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Semoga Allah Swt membenahi kita semua, khususnya yang dari Jakarta ini dan di seluruh wilayah Barat dan Timur dengan kebangkitan pemuda yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, memuliakan Nabi Muhammad Saw.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Yang ketiga adalah orang yang hatinya selalu terikat pada masjid. Hatinya cinta masjid walaupun tidak sellau berada di masjid. Masjid tempat yang ia jadikan sebagai tempat yang nikmat. Tempat yang dijadikan tempat ketenangan adalah masjid. Hadirin, sifat seperti ini sirna diantara muslimin khususnya pemuda. Kalau sedang datang gundah, para pemuda kita khususnya tentunya mencari tempat hiburan (café, diskotik barangkali) tapi kita tentunya coba dan coba cari ketenangan itu di masjid. Gundah saya ini mau cari ketenangan, coba masuk ke masjid. Kau akan dapatkan ketenangan yang jauh lebih daripada di pasar – pasar, di tempat – tempat café, atau direstoran atau tempat lainnya. Enak ini makan dipinggir jalan sambil menenangkan diri kita, Wallahi kesejukkan yang ada di masjid akan kau dapatkan lebih dari itu. Untuk apa? untuk mendapatkan ilmu.
Tadi yang pertama Imam yang adil dinaungi nanti oleh Allah di yaumal qiyamah, yang kedua pemuda yang tumbuh didalam taat pada Allah Swt (semoga kita dalam kelompok ini, amin). Yang ketiga orang yang hatinya terikat dengan masjid, senang dengan masjid, asyik dengan masjid.
Sekarang dimasa ini, orang lewat masjid itu tidak ada bergetar hatinya. Di zaman dulu, Sayyidina Umar bin Khattab radiyallahu anhum ada 2 orang mengangkat suara agak keras di masjid nabawiy, dipanggil oleh Sayyidina Umar. Riwayat Shahih Bukhari. “sini kalian”, “min ayna antumaa?”orang mana kalian ini?, “orang tha’if”, maka berkata Sayyidina Umar ra : “law kuntuma min ahli hadzal balad La awja’tukuma, tarfa’aan ashwaatakumaa fi masjidil Rasulillah saw” untung kalian orang ba’da tha’if (dari luar Madinah) kalau kalian orang sini, kata Sayyidina Umar “akan aku hukum kalian karena berani mengeraskan suara di masjidnya Rasulullah saw”. Demikian adabnya Sayyidina Umar bin Khattab ke masjidnya Rasul saw. Mengangkat suara tidak boleh padahal ayatnya untuk Sang Nabi saw bukan untuk masjid nabawiy.
Ayat turun “..laa tarfa’u ashwatakum fauqashawtinnabiy wala tajharuu lahuu bilqauli kajahriba’dhikum liba’dhin antahbatha a’malukum wa antum laa tasy’urun” QS. Al Hujurat : 2. Didalam surat Al Hujurat, ayat itu dilarang mengeraskan suara dihadapan Rasulullah bukan di masjid tetapi setelah Rasul saw wafat pun Sayyidina Umar menjaga itu di masjid nabawiy.
Hadirin, masjid adalah tempat Baitullah (rumah keridhoan Allah, istana keridhoan Allah) yang di pintu – pintunya berdiri para malaikat yang mencatat mereka yang masuk kedalamnya. Catat yang masuk kesini, kalau kita masuk ke istana kan ada penjaganya. Kalau dimasjid ada juga malaikat yang menyaksikan mereka yang hadir di masjid dan mereka berkata “Allahumma firlahum allahumma warhamhum” Wahai Allah ampuni dia, Wahai Allah sayangi dia, sepanjang kalian duduk di masjid. Hadirin, cari ketenangan di masjid, ikat hati kita dengan masjid, makmurkan masjid niscaya kau akan dinaungi Allah Swt disaat tiada naungan kecuali naungan Allah Swt.
Yang keempat adalah “rajulan tahaabbaa fillah”, 2 orang teman atau orang yang berteman karena Allah. Bukan karena bisnis, bukan karena teman sekolah, bukan karena tetangga tapi karena Allah. Maksudnya seperti bagaimana? Seperti kita disini. Yang satu dari Bekasi, yang satu dari Depok, yang satu dari Jakarta Timur, Jakarta Selatan bertemu disini, kenalan disini. Ini bukan untuk dagang, bukan untuk apa – apa tapi karena Allah, karena majelis taklim, majelis dzikir seperti ini. Saling sms kalau tidak saling ketemuan dimana, majelis malam ahad yang akan datang, malam senin dimana, malam kamis. Hal seperti ini dihargai oleh Allah Swt dan mereka tidak berpisah itu juga terkecuali oleh karena Allah. Maksudnya apa? ketika temannya keluar pindah agama maka ia berubah pula kepada temannya tidak seperti dahulu. Kenapa? temannya tidak lagi taat kepada Allah Swt.
Beda antara cinta dan perduli, kalau perduli semua kafir yang paling jahat pun Rasulullah perduli dan mendoakan untuk mereka tapi bukan cinta. Karena Allah Swt berfirman “laqad jaa akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” QS. At Taubah : 128. Sayangnya untuk orang – orang muslimin, untuk yang diluar islam beliau peduli. Agar apa?, agar mereka masuk kedalam Islam. Sebagaimana riwayat Shahih Bukhari ketika seorang anak yahudi ada yang mau berkhidmah kepada Nabi saw tapi belum mau masuk Islam, diterima oleh Rasul saw. Masuk ke rumahnya Rasul, khidmah kepada Rasul, bawakan sandalnya, bawakan airnya sampai suatu hari ia sakit dan sakit yang membawa kematian. Rasul menjenguk yahudi (non muslim), ayahnya yahudi juga. Ketika sakit Rasul melihat ini anak sudah dekat dengan sakaratul maut maka Rasul berkata “qul laailahailallah” katakan laailahailallah wahai anak. Pemuda itu tidak berani menyebut “laailahailallah” terkecuali melirik ayahnya dulu. Ayahnya ijinkan tidak, ayahnya yahudi juga. Maka ayahnya berkata “athi’ abal qasim” taati abal qasim. Ayahnya tidak mau mengakui Rasulullah saw tapi ayahnya tahu ia orang baik, yaitu Nabi Muhammad saw, maka ayahnya berkata “taati abal qasim” maka anak itu mengucapkan “laailahailallah” wafat. Keluar Rasul dari rumahnya, sahabat melihat wajahnya rasul cerah gembira. “Ya Rasulullah apa yang membuat engkau sedemikian gembira hingga cerahnya wajahmu”, Rasul berkata “Alhamdulillahiladzi qad hadaah” Alhamdulillah yang telah memberi ia hidayah. Demikian hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah.
Beda dengan kafir harbi. Ada orang – orang non muslim yang memerangi muslimin, disebut kafir harby,. Demikian kelompok – kelompok kafir, kelompok kafir itu ada 2 ada zimmi dan ada harbi. Zimmi adalag kafir yang baik dan Harbi adalah kafir yang memerangi. Beda hukumnya, sebagaimana ada dalam riwayat yang tsigah ketika salah seorang yahudi hidup bertetangga dengan Rasul di Madinah. Orang yahudi hidup di Madinah juga bersama 1 kota dengan Rasul. Tapi sewaktu – waktu ketika seorang wanita muslimah (tentunya memakai hijab, memakai jilbab) seorang yahudi usil. Diikatlah jilbabnya itu dengan salah satu kaki meja dan saat ia berjalan terbuka hijabnya, ia berteriak (wanita muslimah ini). Muslimin berdiri bangkit, orang yahudi juga berdiri membela. Terjadi perpecahan disitu, Rasul saw segera membelah perpecahan dan menahan daripada perpecahan dan mengusir semua yahudi dari Madinah Al Munawwarah. Kalau damai diijinkan hidup bersama, kalau tidak damai maka lain halnya. Hadirin – hadirat demikian di Palestina, demikian di Poso, demikian di Kasymir dan lain – lain.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Inilah 2 orang yang saling menyayangi karena Allah Swt, saling mengenal karena Allah Swt. Allah Swt memuliakan kita dengan kemuliaan terindah dengan perkumpulan mulia ini. Masih ada 3 penjelasan lagi tentang kelompoknya, Insya Allah saya teruskan di malam selasa yang akan datang.
Dan kita bermunajat kepada Allah Swt dan semakin bangkitlah untuk memperdulikan keadaan muslimin – muslimat.
Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah, Kita sudah lihat tanda – tanda kebangkitan muslimin sudah mulai dimunculkan oleh Allah Swt. Sebagaimana Allah sudah menghancurkan Negara Adikuasa Uni Sovyet dipecah belahkan oleh Allah Swt. Dan sekarang (Allah) telah menjadikan Negara Amerika Serikat ini jatuh miskin dan demikian Allah Swt dalam waktu dekat ini semakin kesini semakin berlanjut. Allah mulai mendesak daripada kekuatan – kekuatan kuffar dan semoga Allah segera membalikkan kemakmuran kepada muslimin – muslimat dipermukaan bumi..
Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, kami telah dengar sabdamu Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan bahwa kelak setelah aku wafat akan kalian lihat perpecahan, akan kalian lihat gempa bumi, akan kalian lihat musibah –musibah, akan kalian lihat banyak yang mengaku sebagai Nabi dan akan kalian lihat banyak terjadi pembunuhan dan setelah itu akan muncul kemakmuran yang menyeluruh di seluruh penduduk bumi bagi muslimin – muslimat dan disaat itu sabahat berkata “bagaimana keadaan mereka saat itu muslimin muslimat ya Rasulullah..?”, Rasul berkata “bagi mereka sujud sekali lebih baik dari dunia dan segala isinya”. Menunjukkan muslimin muslimat yang mencintai sujud, yang mencintai ibadah, yang mencintai kemuliaan – kemuliaan yang dibawa oleh Allah. Mereka itulah yang akan dlimpahi kemakmuran dan jika muslimin sudah bangkit untuk meninggalkan dosa – dosa menuju taubat, menuju keluhuran, menuju kemuliaan, itu tanda kemakmuran akan segera dibangkitkan oleh Allah untuk muslimin muslimat.
Kita lihat sekarang Negara super power ini dihancur leburkan dengan kemiskinan oleh Allah Swt dan akan semakin dahsyat kehancuran daripada Amerika, kehancuran Inggris, kehancuran Perancis, kehancuran Negara – Negara musuh Islam. Akan kita lihat Insya Allah dalam waktu dekat dan Allah akan makmurkan Negara muslimin muslimat. Rabbiy bangkitkan pemuda - pemudi muslimin muslimat untuk mencintai Nabimu Muhammad Saw, Rabbiy makmurkan majelis dzikir, majelis – majelis shalawat dan Rabbiy Ya Rahman Ya Rahim telah makmur panggung – panggung orang – orang yang bermaksiat, puluhan ribu yang hadir membayar dengan uang puluhan bahkan ratusan ribu demi memandang wajah orang yang tidak sujud padamu maka Rabbiy gantikan keadaan muslimin muslimat, makmurkan majelis yang mengagungkan Namamu, yang menggemuruhkan Namamu, yang memuliakan Namamu, yang mencintai Nabimu Muhammad Saw.
Ya Rahman Ya Rahim gantikan pemuda – pemuda muslimin muslimat dengan pemuda yang mencintai Allah dan Rasul, yang bangga memegang bendera Rasulullah, yang bangga dengan pakaian sunnah Rasulullah, yang bangga dengan sunnah Rasulullah. Ya Rahman Ya Rahim makmurkan bumi Jakarta, makmurkan seluruh wilayah muslimin muslimat dan tolong saudara – saudara kami di Palestine, saudara kami di Khasmir, saudara kami di seluruh wilayah Barat dan Timur yang sedang dalam kesulitan. Pecah belahkan kekuatan musuh – musuh muslimin, hancur leburkan mereka. Ya Rahman Ya Rahim inilah doa dan munajat.
Ya Dzaljalali wal ikram benahi keadaan kami, keadaan rumah tangga kami, bangkitkan keinginan kami untuk bertaubat, bangkitkan keinginan kami untuk meninggalkan kemunkaran Ya Dzaljalali wal ikram Ya Dzaththauli wal in’am
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah…
dikutip dr http://majelisrasulullah.org

Selasa, November 24, 2009

Do'a buat Ayah

Ayah, ini anakmu yang dulu engkau bopong.
Kemanapun selalu digendongan mu.
Jika tubuh ini terjatuh engkaulah yang mengangkatnya.
Selalu berlarian tanpa arah, dan engkaupun tanpa lelah mengikutinya.

Jika malam tiba,
kau selalu menjagaku.
hingga tak kau biarkan seekor nyamukpun menyentuh kulit lembut ini.

Ayah....
inilah anakmu sekarang.
sudah tumbuh dewasa,
jauh dari pengawasan mu saat ini

engkau kirim aku ke negri orang
meski cemas dalam hatimu,

Namun kau rela demi masa depan anakmu

Ku tau kini engkau semakin Renta
Tubuhmu yang dulu kekar
kini mulai lemah tanpa tenaga

suaramu yang dulu lantang memanggilku
kini semakin lirih terdengar

Namun kau tetap berjuang demi hidup keluargamu
dulu, kakimu yang kekar itu melang-lang buana.
namun kini,
dengan ditopang sebatang kayu engkau berjalan.
engkau susuri hamparan tanah yang berlumpur.

ayah, maaf
maaf ayah
maafkan aku,
yang gagal dalam berjuang
hingga saat ini belum bisa kembali

yaah...
aq ingin kembali ke istana yang engkau bangun itu
membopongmu
menggantikan sebatang kayu yang selama ini menopang tubuh rentamu.

ayah..........
ku harap ayah dapat memaafkanku
memaafkan anak yang belum dapat mewujudkan harapanmu

hanya satu do'a ku.
"SEMOGA ALLAH SELALU MENJAGA SERTA MELINDUNGIMU
HINGGA ENGKAU DAPAT MELIHAT ANAKMU INI KEMBALI DENGAN SEKANTUNG KEBAHAGIAAN UNTUKMU"

ttd
Anakmu "Si Ruju"

Rabu, Mei 27, 2009

Rahasia Kedua Sayap Seekor Lalat

Rahasia Kedua Sayap Seekor Lalat



قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالْأُخْرَى شِفَاءً

(صحيح البخاري)

Sabda Rasulullah saw :
“Jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, lalu keluarkan, sungguh disalah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sebelah sayap lainnya kesembuhan” (Shahih Bukhari)



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Limpahan Puji Kehadirat Allah Swt Yang Maha Luhur, Maha Raja langit dan bumi, Penguasa Tunggal dan Abadi sebelum alam semesta ada, hingga alam semesta dihamparkan dan dibimbing dengan bimbingan dan tuntunan pemeliharaan yang multi sempurna, sehingga alam ini berakhir. Dialah (Allah) Penguasa Tunggal tanpa ada awalnya dan tanpa ada akhirnya. Berbeda dengan seluruh makhluk yang pasti ada awal dan akhirnya. Namun Allah Sang Pencipta awal dan akhir maka Allah tidak terikat dengan kalimat awal dan akhir.

Dialah Abadi Swt Maha Tunggal, “laysa kamitslihi syai’un” tiada menyerupai-Nya dengan segala sesuatu. QS. Assyura : 11. Dan bersatu segala kesempurnaan kepada Nama-Nya Yang Maha Tunggal, Allah Swt sepanjang waktu dan zaman. Semakin manusia mempelajari apa – apa yang ada di alam maka ia akan semakin memahami rahasia Keagungan Illahi. Semakin ia memperdalam sunnah Sang Nabi saw pembawa rahmat maka ia akan semakin memahami betapa indahnya Allah Jalla Wa Alla dan ajarannya.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Dalam perkumpulan luhur ini, berkumpul sedemikian hamba yang kesemua jiwa mereka dilihat dan dipandang oleh Rabbul Alamin, Maha Melihat setiap perasaan yang terdalam, Maha Melihat semua yang telah kita lakukan, Maha Tahu apa yang akan terjadi esok dan Maha Mampu membolak – balikkan keadaan kita di masa mendatang. Dialah Tunggal, Allah Allah Jalla Wa Alla Yang Maha Abadi, Allah yang selalu dimuliakan dan selalu agung di alam semesta, mengatur kerajaan alam semesta ini dengan kesempurnaan.

Sampailah kita kepada hadits Sang Nabi, Sayyidina Muhammad Saw. Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, satu hadits yang tampaknya remeh saja, akan tetapi justru membuka rahasia kemuliaan dan kesempurnaan serta kemutakhiran ajaran Sayyidina Muhammad Saw. Beliau bersabda “idza waqa’adzdzubabu fi syarabi ahadikum falyaghmishu tsumma liyanzi’hu fainna fi ihda janahaiyhi da’an wal ukhra syifa’an” jika jatuh seekor lalat pada minuman kalian maka benamkanlah, karena di salah satu sayapnya terdapat penyakit dan pada sayap yang satunya terdapat penyembuhnya.

Tentunya kita bukan harus selalu berbuat demikian. Yang kita bahas disini, bahwa hal ini bukanlah seekor lalat jatuh di gelas dan harus dibenamkan, karena hubungan lebih jauh dari hadits ini bukan perintah, tetapi merupakan suatu hal yang bisa menetralisir air itu dari racun lalat. Hal ini dibuktikan oleh para ilmuwan kita, Sebagaimana mereka mempelajari daripada serangga – serangga yang ada dibumi. Mereka menemukan dahsyatnya dan kehebatan serangga – serangga yang menakjubkan bahwa lalat itu mengepakkan sayapnya sebanyak 200 hingga 400X setiap detiknya. Dan setiap detik ia menggerakkan sayapnya 200 hingga 400X gerakan. Dan juga pada satu hewan yang disebut “Ganjur” bahkan sampai mengepakkan sayapnya 1000X setiap detiknya. Para ilmuwan mempelajari 4 jenis serangga, mereka mendalaminya dan dikatakan kami baru mempelajari 4 macam serangga dan masih tersisa lebih dari 10 juta macam serangga di muka bumi. Dan tentunya juga, demikian banyak mereka melakukan penemuan – penemuan dan keajaiban pada serangga sehingga mereka mengatakan bahwa didalam setiap sayap seekor lalat itu ada daripada fungsi – fungsi elevator dan fungsi – fungsi depressor, yaitu fungsi mengangkat dan menurunkan sayapnya. Dan itu bergerak 200 hingga 400X setiap detiknya dan gerakan lalat itu yang demikian sangat menakjubkannya itu selalu bergerak dalam bermenit – menit atau berjam – jam. Gerakan otot yang sedemikian cepatnya menggerakkan sayap seekor lalat yang sangat kecil.

Yang mana Allah Swt berfirman “ya ayyuhannaas..” wahai para manusia diberikan kepada kalian satu contoh maka dengarkanlah contoh yang Ku-berikan ini, mereka – mereka yang mengakui Tuhan selain Allah Swt itu tidak akan pernah mereka mampu menciptakan seekor lalat walau dari ketiadaan, walau berkumpul seluruh mereka yang disembah selain Allah” (QS Al Hajj 73).

Semua yang disembah selain Allah berkumpul jadi satu untuk menciptakan seekor lalat, mereka tidak akan mampu, mereka tidak akan mampu untuk menciptakan seekor lalat walaupun berkumpul secara keseluruhan.

Seekor lalat yang kecil, yang dijelaskan oleh para ilmuwan dari Australia bahwa seekor lalat itu terbukti pada sebelah sayapnya ditemukan 1 gen refilin yaitu gen yang mempunyai 2 fungsi yakni fungsi pada industri dan fungsi pada kesehatan. Fungsi pada industri bahwa gen refilin ini lebih dahsyat dan lebih kuat dari semua jenis karet yang ada yang telah dibuat oleh banyak orang di muka bumi ini. Jenis karetnya diambil dari pohon karet atau lainnya, gen refilin yang ada di sayap lalat itu lebih kuat dan lebih hebat jika dipakai sebagai karet karena ia mempunyai daya dorong dan daya tekan yang sangat kuat serta daya pental yang demikian dahsyat dan itu ada pada sayap seekor lalat dan serangga lain hingga ia dapat bergetar hingga 1000X dalam setiap detiknya seperti hewan ganjur dan juga beberapa hewan serangga lainnya.

Dan dalam fungsi kesehatannya bahwa gen refilin itu adalah satu gen yang bisa mengobati penyakit – penyakit yang ada pada syaraf – syaraf arteri, pada syaraf – syaraf meina. Syaraf arteri yang banyak terjadi penyumbatan, gen – gen refilin yang ada di sayap seekor lalat itulah yang dapat mengobatinya. Demikian indahnya dan demikian sempurnanya dan demikian jeniusnya Sayyidina Muhammad Saw.

Jika jatuh lalat pada minuman kalian, tenggelamkan ia. Maksudnya gen – gen refilin yang ada di sayapnya itu supaya bertebaran di air pula hingga menjadikan airnya itu tersucikan daripada bakteri – bakteri yang ada pada sayap lainnya.

Siapa yang memberitahu Sang Nabi saw ada gen – gen refilin yang bisa menyembuhkan syaraf arteri dan gen – gen itu tidak terlihat oleh mata..?. Manusia melihatnya dengan mikroskop dan selama puluhan tahun mereka menelitinya tapi Sang Nabi saw tahu di sayap lalat itu ada gen penyembuh, ada gen penyakit sampai butiran gen dan sel yang ada disayap lalat diketahui oleh Sayyidina Muhammad Saw.

Semakin seseorang mendalami sunnah maka semakin sempurna dan modern hidupnya. Hadirin – hadirat, demikian indahnya Nabi kita Muhammad Saw yang tuntunannya tampak sangat remeh apabila belum didalami. Tentunya orang yang belum mengerti akan tertawa, bagaimana lalat dibenamkan di dalam air, sudah jatuh di air suruh dibenamkan? Namun Sang Nabi saw tahu “..fainna fi ihda jana haihi da’an wal ukhra syifa’an” karena disayapnya itu ada yang membawa penyakit dan di sayap lainnya adalah ada yg menjadi obat. Ternyata terbukti oleh para ilmuwan kita, kedalaman dan ketajaman dari pemahaman Muhammad Rasulullah Saw.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Demikian sempurnanya Allah Swt menciptakan sunnah Sang Nabi saw sehingga sebagaimana riwayat Shahih Bukhari, Rasul saw bersabda “jika diantara kalian tidur maka padamkanlah lampu”. Singkat saja, kalau kita berfikir memadamkan lampu maksudnya menghemat minyak, mungkin saat itu. Tapi ternyata tidak sesingkat itu, ternyata tubuh manusia itu mengeluarkan energi saat ia tidur dan energi itu keluar dari tubuh untuk membenahi sel – sel tubuh yang rusak dan energi – energi yang keluar itu terganggu kalau ada cahaya. Ternyata hal itu telah dipahami oleh Muhammad Rasulullah Saw. Kalau kalian tidur, padamkan lampu. Disaat itu 14 abad yang lalu belum mengerti mereka tentang energi tubuh dan lainnya. Nabi saw tahu tapi di zaman itu manusia belum sampai kepada kedalaman pengetahuan ini. Sang Nabi saw mengajarkannya, ikuti sunnahnya. Datang waktunya dan terbukti ternyata Rasul saw tahu bahwa energi yang keluar dari tubuh itu saat seseorang tidur terganggu jika ada cahaya. Jelas sudah perintahnya, maka apabila kalian tidur padamkanlah lampu agar tidak terganggu energi yang membenahi tubuhmu. Demikian sempurnanya Muhammad Rasullah Saw. Dan Rasul saw bersabda “tiadalah satu diantara kalian (maksudnya kalian semua) ini akan berhadapan dengan Tuhan Penciptanya dan ia akan berdiri sendiri tanpa ada yang menemaninya” (saat ia berdiri menghadap kehadirat Rabb) (Shahih Bukhari).

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Kalau kita bicara ada lebih dari 10 juta macam serangga yang ada di muka bumi ini. Setiap serangga mempunyai pengaturan yang berbeda. Setiap serangga diatur kecepatan sayapnya mencapai 200 hingga 400X setiap detiknya bahkan ada yang mencapai 1000X setiap detiknya. Sedangkan jenisnya ada 10 juta macam, siapa yang mengaturnya? Apakah serangga itu mampu mengatur gerakannya sendiri? atau fungsi – fungsi lain dari ototnya atau urat syarafnya? Mereka hanya hidup tanpa mengerti kenapa mereka hidup. Demikian serangga, lebah atau tawon dengan membawa manfaatnya, serangga lalat, serangga nyamuk, masing – masing merupakan lambang kemegahan Illahi. Dan kesemuanya merupakan panggilan Allah. Kenalilah ini semua, Sang Pencipta, Dialah Allah. Kembalilah kepada-Nya bukan kepada kedalaman ilmu lalat atau kedalaman ilmu serangga tapi dalami penciptanya yaitu Rabbul Alamin..Allahu Allahu Allahu

Dan kita akan berdiri di hadapan Allah, betapa keadaan yang sangat menentukan. Ketika kita merenung dan kita akan berdiri dipanggil dengan nama kita dan kita dapatkan sebagaimana dijelaskan fulan bin fulan agar maju ke hadapan Allah. Diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, ketika salah seorang maju ke hadapan Allah, ia adalah orang yang banyak merindukan Allah di muka bumi. Maka ketika ia dihadapkan kepada Allah Swt, Allah Swt menutupi dosa – dosanya, tidak dilihat oleh orang lain di padang mahsyar dan yang terlihat adalah pahalanya. Kenapa? “barangsiapa yang menutupi aib orang lain (muslim) di dunia, di akhirat aibnya tidak terlihat”. (Shahih Bukhari) Dia punya dosa banyak namun ditutupi oleh Allah, tidak diberitahukan kepada yang lain. Sebagaimana amal baik di dalam sidang akbar dipadang mahsyar dipertanggung jawabkan. Tanggal sekian, hari anu, bulan anu, kau berbuat ini, siapa saksinya? saksinya tanganmu, kakimu. “tangannya, kakinya, dan seluruh tubuhnya bersaksi”. Bumi bersaksi dan para malaikat bersaksi bahwa ia melakukan itu dan disaat itu seluruh keturunannya melihat, seluruh temannya melihat, seluruh keluarganya dan seluruh penduduk bumi melihatnya. Tapi ketika orang yang selalu menutupi aib orang muslim di dunia, Allah tutupi dosa – dosanya. Demikian pula seseorang yang menghadap Allah, orang yang mencintai Allah dan tentunya masih memiliki dosa maka Allah Swt berkata “kau berbuat ini dan itu, berbuat dosa dihari anu, di tanggal anu, di tempat anu,..?”, “betul wahai Allah”, “dan lihat ini?”, terus Allah menghujani pertanyaan. Dan ia berkata “betul wahai Allah, betul wahai Allah”. lalu Allah Swt berfirman “di dunia Aku lindungi, orang tidak tahu dosanya. Sekarang diakhirat Aku ampuni”. (Shahih Bukhari) Demikian indahnya Allah bagi orang – orang yang mau mendekat kepada Allah Jalla Wa Alla.

Hadirin – hadirat yang dimuliakan Allah,
Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika seseorang yang selalu mengamalkan Surah Al Ikhlas. Ia selalu mengulang – ulang surah Al Ikhlas. Riwayat ini terdapat 2 riwayat, 3 riwayat didalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. 3 riwayat yang berbeda tetapi satu makna. Riwayat yang pertama adalah riwayat orang yang setelah membaca Surah Al Fatihah pasti membaca Surah Al Ikhlas kemudian surah lainnya. (Al Fatihah – Al Ikhlas – surah lainnya). Riwayat ini sudah sering kita bahas.

Riwayat yang kedua dari Sayyidatuna Aisyah radiyallahu anha bahwa seseorang melakukan seperti itu juga saat ia berada di dalam peperangan dan saat ia dikabarkan pada Nabi saw, Nabi saw berkata “tanyakan kepadanya kenapa ia berbuat demikian?”, ia berkata “aku hanya senang karena disitu tersimpan sifat Allah yang aku cintai”, aku senang membaca kalimat “Allahu ahad” (Allah Yang Maha Tunggal) di hatiku, tidak aku sujud kepada lainnya, sebanyak apapun dosaku aku tidak akan bersujud dan menyembah selain Allah..hanya Allah, aku senang menyebut Nama-Nya,.”. Maka sampai kabar kepada Sang Nabi saw, Nabi saw berkata “katakan kepadanya bahwa Allah mencintainya”. Kenapa? karena ia senang menyebut Nama Allah, senang menyebut sifat Allah, maka Allah pun senang kepadanya. Hadirin, cinta kepada Allah adalah yang pasti terjawab dari semua cinta. Kita mencintai siapapun, yang paling pasti terjawab adalah dari cintanya Allah. Kita mencintai seseorang belum tentu dia mencintai kita, kita mencintai orang 100% belum tentu dia 100%. Tapi kalau seseorang mencintai Allah 100%, Allah mencintainya 200%.

“Wa idza taqarraba ilayya abdi syibran taqarabbtu ilaihi dzira’an, waidza taqarabba ilayya abdi dzira’an taqarabbtu ilaihi ba’a,” ketika hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu jengkal, Aku mendekat kepadanya satu hasta, hamba-Ku mendekat kepada-Ku satu hasta, Aku mendekat kepadanya satu depa” (Shahih Bukhari). Ini adalah kiasan bahwa cintanya Allah akan muncul lebih besar dari cinta kita kepada Allah. Sebesar apapun cintamu dan rindumu kepada Allah, lebih besar lagi rindu dan cintanya Allah kepada kita. Maka siapa diantara kita yang ingin menolak lamaran cintanya Allah dan kerinduan Allah kepada kita?. Jawablah kerinduan Allah Swt dan cintanya Allah kepada kita dengan mencintai dan merindukan Allah.

Aku seorang pendosa siang dan malam, tidak pantas rindu kepada Allah.. . Justru, cinta dan rindu Allah jika muncul pada para pendosa ketika mereka ingin dekat kepada Allah dan menyesal. Allah Swt mengangkat derajatnya dari serendah – rendah derajat kepada semulia – mulia derajat. “Innallahu yuhibbu tawwabin wa yuhibbu muthathahirin, Innahu kaana tawwaaba” sungguh Allah itu Maha Menerima Taubat. Sebesar – besar apapun dosa seseorang pasti diterima taubatnya oleh Rabbul Alamin.

Diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, ketika Rasul saw mendengar kabar bahwa para sahabat berkata Sa’ad radiyallahu anhum itu berkata “kalau ada yang berani mendekat kepada istriku dan bersama istriku akan ku tebas dengan pedang ini”. Sahabat mengadukan kepada Rasul saw maksudnya adalah “ya Rasulullah Sa’ad ini mau main hakim sendiri”, kira – kira begitu. Sang Nabi saw mengalihkan pembicaraan kepada hal yang sangat lembut. Seraya bersabda “kalian heran memangnya dengan cemburunya Sa’ad?, aku lebih cemburu kepada kalian daripada Sa’ad kepada istrinya”. Cintanya Sa’ad kepada istrinya jauh tidak berarti dibanding cintaku kepada kalian dan aku lebih cemburu lagi kepada kalian, kata Rasul saw. Maksudnya apa? Aku lebih cinta lagi kalau Sa’ad melihat ada lelaki lain bersama istrinya dipukul dengan pedang maka Rasul saw tidak akan membiarkan kita. Masih ada dari umatnya didalam api neraka, sebesar – besar apapun dosanya, Rasul saw akan perjuangkan, perjuangkan dan perjuangkan sampai tidak tersisa satupun dari umat beliau kecuali terbebas dari api neraka. Inilah sebesar – besarnya cinta dan cenburu kepada kita, Sayyidina Muhammad Saw.

“Laqad jaa akum rasulun min anfusikum a’ziizun a’laihi maa a’nittum hariishun a’laikum bil mu’miniina raufurrahiim” datang kepada kalian seorang Rasul yang sangat berat memikirkan musibah yang menimpa kalian, sangat menjaga kalian dan beliau itu berlemah lembut kepada orang yang beriman. QS. At Taubah : 128.

Sebagaimana riwayat Shahih Muslim, ketika Nabiyullah Ibrahim as berlepas diri dari umatnya yang mendustakan Allah. Nabiyyullah Isa as berlepas diri dari umatnya yang mendustakan Allah dan berbuat dosa, airmata Sang Nabi saw mengalir. Turunlah Jibril alaihis salam ketika Sang Nabi saw menangis dan berkata “ummatiy..ummatiy..”. Bahkan dalam riwayat yang disyarhkan oleh Imam Nawawi dalam Syarh Nawawi ala Shahih Muslim, Rasul saw membaca “ummatiy..ummatiy”. bahwa Rasul saw tidak ingin dilepaskan daripada umatnya. Terangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Allah “ummatiy..ummatiy..”, Jibril as turun “apa yang membuatmu menangis ya Rasulullah?”, Rasul berkata “para Nabi bebas tugas dan melepaskan umatnya yang berbuat dosa dan jiwaku tidak tega melepaskan umatku yang berbuat dosa, wahai Jibril”. Maka Jibril kembali kepada Allah “Ya Rabb, Muhammad Saw tidak tega dan tidak bisa melepaskan umatnya yang berdosa, begitu terus, ia masih mau membela umatnya yang berdosa”. Maka Allah Swt memerintahkan Jibril kepada Sang Nabi saw “sungguh katakan kepada Muhammad, Aku tidak akan mengecewakannya dan tidak akan membuatnya sedih”. Sehingga tiadalah Sang Nabi saw mempunyai umat yang wafat dalam keadaan Islam selama apapun ia disiksa kubur dan api neraka karena dosanya tetap ia akan sampai ke surga dengan syafa’at Nabi Muhammad Saw.

Kita bermunajat kepada Allah Swt semoga Allah Swt menyampaikan kerinduan kita kepada Nabi Muhammad Saw dan kepada Allah. Karena setelah Nabi saw mengucapkan “aku lebih cemburu daripada Sa’ad kepada kalian” lantas Rasul saw melanjutkan haditsnya “sungguh Allah lebih cemburu dari aku”. Allah lebih mencintai kita. Oleh sebab itu Allah menciptakan Nabi Muhammad Saw sebagai tanda cintanya kepada kita.

Ya Rahman Ya Rahim jadikan jiwa kami selalu menjawab seruan – seruan kerinduanmu, kami telah mendengar firman-Mu wahai Allah “Man ahabba liqaa’iy ahbabtu liqa’ah, barangsiapa yang rindu berjumpa dengan Allah, Allah rindu berjumpa dengannya”, demikian riwayat Shahih Bukhari.

Rabbiy, bangkitkan sifat rindu dalam seluruh jiwa kami muslimin – muslimat, jadikan nafas – nafas kami terhiasi dengan kerinduan kepada-Mu, dan jadikan kerinduan itu meruntuhkan seluruh dosa, tersingkirnya segala musibah dan bala, tersingkirnya segala kesulitan dan permasalahan kami. Ya Rahman Ya Rahim pastikan seluruh wajah kami akan terang benderang dengan cahaya keindahan-Mu di yaumal qiyamah, wajah – wajah yang terang – benderang bercahaya di hari kiamat, asyik memandang Allah Jalla Wa Alla. Mereka sedang memandang keindahan Allah, pancaran cahaya keindahan Allah, terangi wajah mereka dan ada wajah – wajah yang kosong dan gelap, mereka memahami mereka akan dikembalikan kepada kehinaan. Rabbiy pastikan wajah kami terang – benderang bersama cahaya-Mu, pastikan kami silaturahmi kepada Sayyidina Muhammad Saw, pastikan kami berjumpa dengan Sang Nabi saw di istana Rasulullah saw, istana yang paling megah di surga, istana Sayyidina Muhammad Saw, istana yang paling tinggi di surga istana Sayyidina Muhammad Saw. Pastikan kami selalu hadir di majelis mulia, majelis taklim, majelis maulid, di majelis shalwat. Pastikan pula kami berkumpul dengan Rasulullah saw.

Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzaljalali wal ikram, kami menyalakan api cinta di dalam jiwa kami yang semoga dengan itu Kau jaga kami dari segala bala dan musibah, tumpah ruahkan bagi kami Rahmat dan Keluasan, kemakmuran dunia dan akhirat, kebahagiaan duania dan akhirat, kemudahan dunia dan akhirat, keindahan dunia dan akhirat, sejahtera dunia dan akhirat. Wahai yang memiliki dunia dan akhirat, wahai yang menciptakan dunia dan akhirat, wahai yang menciptakan dunia dan mengakhirinya dengan akhirat, wahai yang setiap nama ada di keturunan Adam melewati dunia dan akhirat, pastikan kami selamat di dunia dan di akhirat.

Faquuluuu jamii’an (ucapkanlah bersama sama) Ya Allah, Ya Allah..Ya Allah..Ya Allah..
Faquuluuu jamii'an (ucapkanlah bersama sama) Laillahailallah Laillahailallah Laillahailallah Muhammadurrasulullah

Acara kita teruskan dengan doa bersama mendoakan muslimin – muslimat, sebagaimana hadits riwayat Shahih Muslim rasul saw bersabda “barangsiapa mendoakan saudara muslimnya, malaikat berkata “amin walaka mitsluh” amin dan untukmu apa yang kau doakan untuk saudaramu”. Kita mendoakan keselamatan bagi seluruh muslimin, muslimin yang sudah wafat, muslimin yang mendapatkan kesulitan di alam kubur, semoga diberi kebebasan oleh Allah Swt. Yang sudah di dalam kenikmatan semoga ditambah kenikmatannya, dan yang masih hidup di muka bumi semoga Allah angkat permasalahan dan kesedihan dan segala musibah, diberi pertolongan oleh Allah Swt. Dan demikian hadirin, kita berdoa untuk seluruh muslimin. Maka berapa jumlah muslimin itu, setiap pahalanya kembali kepada kita. Maka semoga Allah mengabulkan doa kita dan didalam doa ini terkandung doa meminta penguasa yang membawa kebijaksanaan dan kemakmuran bagi kita. Doa yang membawa atau minta kepada Allah, pemimpin yang menindas kedhaliman dan menolong kelemahan, pemimpin yang mencintai shalihin dan menegakkan kemuliaan dan keadailan di negeri muslimin terbesar di negeri ini.

Washollallahu ala Sayyidina Muhammad Nabiyyil Ummiy wa Shohbihi wa Sallam.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dikutip dari : http://majelisrasulullah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=213&Itemid=1

Ditulis Oleh: Munzir Almusawa

Kamis, April 23, 2009

Perempuan Syurga

Perempuan Syurga”

Sesungguhnya perempuan di syurga adalah Bidadari perawan yang bening matanya dan cantik parasnya, pelupuk matanya sayu, keanggunannya gemerlap, keelokannya aduhai, sifat kesbaranya terlihat jelas, matanya bercelak dan mais tutrkatanya. Ludahn ya bagaikan madu, perawakannya menakjubkan, budipekertinya mulia, perhiasannya gemerlapan. Indah parasnya, besar cintanya, penurut lakunya. Pandangn matanya hanya untukmu, dan keinginannya selalu mengikuti keinginanmu. Jika ia mengeluarkan kukunya dimalam hari, niscaya sinar bulan purnama akan kalah terangnya. Jika terlihat pergelangan tanggannya seluruh anak manusia niscaya akan terpesona olehnya. Dan jika gelangnya terlihat dimalam hari, niscaya akan mengusir gelapnya malam. Dan ketahuilah bahwa isterimu yang Bidadari itu selalu berdo’a untukmu tiap hari, “ Ya Allah tolonglah dia untuk tetap pada agama-Mu. Dan tetapkanlah hatinya untuk taat pada-Mu, dan pertemukanlah dia dengan kami dalam keagungan-Mu, wahai Zat Yang Maha Pengasih.” Dia berdo’a untukmu akan tetapi engkau tidak dapat mendengarnya karena kelalaian menyelimuti telangamu.

Ibnu Abbas ra. telah memberikan gambaran tentang Bidadari. Dia berkata “Seandainya seorang perempuan diantara penghuni syurga meludah pada tujuh samudera, niscaya tujuh samudera itu menjadi lebih manis dari madu.”

Syahr bin Hausyab menganjurkan untuk menikah dengan Bidadari. Dia berkata “Sesungguhnya satu kali duduk bagi seorang ahli syurga ketika bercakap - cakap dengan isterinya adalah sekitar tujuh puluh tahun dunia. Kemudian jika laki-laki itu berpaling (akan pergi) maka seorang Bidadari memanggilnya , ‘apakah kami mempunyai bagian atas dirimu???’ laki-laki itu bertanya, ‘siapa kamu?’ Bidadari itu menjawab, ’saya adalah salah seorang yang disebut Allah dengan firman-Nya: ‘Dan Kami memberikan tambahan.’ Kemudia laki-laki itu bercakap-cakap dengannya. Kemudian laki-laki itu berpaling, dan Bidari lain memanggilnya, ‘Apakah kami mempunyai bagian darimu?’ laki-laki itu bertanya, ’Siapa dirimu?’ Bidadari itu menjawab, ’saya adalah salah seorang yang disebut dalam firman Allah; ‘dan seseorang tidak tahu atas apa yang disembunyikan untuknya berupa Bidadari.’”

Khalid bin Ma’dan menunjukkan kepadamu tentang apa yang diperbuat oleh Bidadari dalam setiap peperangan. Dia berkata “bahwasannya dalam setiap pertempuran berkecamuk, para Bidadari bersolek dan memakai wewangian. Mereka turun dan membentuk barisan sembari berkata pada bidadari yang lain, ‘Apakah kamu tidak melihat bagaimana suamiku mengalahkan suami-suami kalian?’ Ketika ia terlihat, ia merasa malu dan menutup matanya sambil berkata, ‘Aduhai malunya…….’ Dan jika suaminya terbunuh maka ia membawanya degan telapak tangan. Ia tidak membiarkan setetespun darah suaminya menetes. Kemudian ia menyimpan setiap tetes darah tersebut kedalam bagian atas dadanya.” Dan setelah penggambaran tersebut dengarlah jerit kekaguman dari Hasan al Basri yang ditujukan untukmu dan saudara-saudaramu para pemuda, “wahai sekalian para pemuda, tidakkah kalian merindukan para bidadari???”

{Dikutip dari buku “Pertemuan Di Syurga” oleh DR. Khalid AbuSyadi}