jangan berfikir kapan akan kembali, fikirkanlah apa yang akan engkau bawa pulang

Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Aku dan Pramuka

Menjadi pandega adalah pencapaian tertinggi selama saya aktifdalam kegiatan kepramukaan di Racana Diponegoro. Pandega Bangkirai adalah nama yang selanjutnya melekat pada diriku.

Temen Math'06

Mereka telah berhasil menjadi orang hebat, dan selanjutnya saya akan menyusul menjadi orang hebat yang berikutnya, "amiin".

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Pernikahan Sahabat

mereka telah menikah, ini adalah pernikahan temanku yang terakhir karena yg lain sdh pada nikan. dan hanya ini yang bisa aku hadiri, yang lain terlewat krn saya tidak bisa mudik. lantas kapankah aku akn menyusulnya???.

Tampilkan postingan dengan label Lapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lapan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Februari 18, 2012


FALSAFAH 5 JARI :
1. Ada si gendut jempol yang selalu berkata baik dan menyanjung,
2. Ada si telunjuk yang suka memerintah dan menunjuk-nunjuk,
3. Ada si jangkung jari tengah yang sombong, paling tinggi, dan suka
menghasuk si telunjuk.
4. Ada si jari manis yang selalu sabar dan jadi teladan baik, sehingga diberi
hadiah cincin.
5. Ada si kelingking yang lemah dan penurut.
Dengan perbedaan positif dan negatif yang dimiliki masing-masing jari,mereka bersatu untuk mencapai satu tujuan dengan saling melengkapi.
Pernahkan kita bayangkan andaikata seluruh jari kita adalah jempol semua?
Falsafah ini sangat sederhana, namun sangat berarti.
Kita terlahir dengan segala perbedaan yang kita miliki dengan tujuan untuk bersatu, saling menyayangi, saling menolong, saling membantu, saling mengisi, dan saling melengkapi. Bukan untuk saling menuduh, saling menunjuk, dan saling merusak.
Semua perbedaan dari kita adalah sebuah keindahan, agar kita rendah hati untuk menghargai orang lain, bisa bekerja sama dengan orang lain, karena tidak ada satupun pekerjaan yang dapat kita kerjakan dan selesaikan sendiri.
Mungkin kelebihan diri kita merupakan kelemahan orang lain, namun kelemahan kita bisa jadi menjadi kelebihan orang lain.
Tidak ada yang lebih bodoh atau lebih pintar.
Bodoh atau pintar itu relatif sesuai dengan bidang / talenta yang harus kita syukuri masing-masing untuk menuju impian kita.
Keseluruhan yang dimiliki menjadi sempurna, bukan individualis yang sempurna.
Orang pintar bisa gagal,
Orang hebat bisa jatuh,
Tunggak jarak mrajak, tunggak jati mati..........

Sabtu, Januari 16, 2010

Dialah...........

Dia....


Dia bagai lentera,
Memberi cahaya dalam gulita
Memberi petunjuk dalam gelap
Menerangai setiap langkah para pejuang


Dia bagai air
Memberi kesejukan bagi hati yang merana
Memberi ketenangan bagi yang gelisah
Membasuh penat disaat lelah datang


Dia bagai Guru
Mengajarkan arti kehidupan tanpa mengeluh
Mengajarkan kehormatan tanpa berharap dihormat
Mengajarkan keikhlasan tanpa mengharap imbalan
Mengajarkan kehiadupan dalam setiap hembusan nafas.


Dialah “keluarga”,
Yang menemani dalam setiap sepiku,
Pemberi semangat saat letihku
Serta memotifasi saat asa itu datang
Dalah semangat hidup semua orang.


Terimakasih Allah
Kau telah anugrahkan nikmat yang tak terhingga.
Semoga aku tetap dapat menjaganya
hingga panggilanmu itu datang.


                                                             Si “Ruju”

Sabtu, Oktober 31, 2009

Cerita jelek jangan dibaca.

1. Kunang-kunang
Disuatu sekolah dasar, sang guru asyik mengajar. Ketika ibu guru bertanya kepada murid-muridnya, tiba-tiba ada seorang siswa yang bikin gaduh. Hingga akhirnya sang guru melemparkan sebuah pertanyaan kepadanya, "nak coba kamu jawab pertanyaan ibu, ( bu guru bertanya smbil emosi). Sebutkan lambang negara indonesia?". Sang murid menjawab, "tidak tau bu". Bugurupun marah dan memaki murid tersebut, "dasar kamu anak bodoh,sama seperti bapakmu". Dan sang murid langsung pulang sambil nangis. Setibanya dirumah sang ayah bertanya, "kenapa kamu nangis?". Dijawab oleh anaknya, "kata bu guru, saya bodoh seperti ayah". Singkat cerita sang ayah langsung pergi kesekolah dan bertemu dg ibu guru tersebut. kamu yang mengatakan anak saya bodoh seperti bapaknya, kalau memang bu guru pintar coba jawab pertanyaan saya. "Kunang-kunang berapa watt??...". San guru hanya bisa terdiam.

2. Orang gila & orang sumbing
Disuatu pagi orang sumbing melakukan joging. Saat melewati kolam yang kering ia bertemu dengan orang gila. Si sumbing berkata, "hei kamu gila ya, sudah tahu kolam kering masih dipancing juga". Si gila menoleh ke belakang dan menatap wajah si sumbing, lantas ia berkata pada si sumbing, "kamu yang gila, bibir bagus-bagus malah kau gunting".

Senin, September 28, 2009

Hanya Sekedar Iseng

Diriku bukanlah Ali bin Abi Tholib
yang merupakan kunci ilmu.
Aku juga bukan Einsten
yang gelar ilmuan disandangnya

diriku bukan Raja
yang mempunyai banyak Kuasa.
aku juga bukan anak Konglomerat
yang bergelimang dengan Harta.

Tapi,
tubuhku ini hadir dari keluarga
yang tahu pentingnya ilmu dang mengerti agam.

Dan kini aku berharap
memiliki harta untuk menuntut ilmu
hingga.....
diriku SELAMAT DUNIA DAN AKHIRAT.